Tim Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Danau Maninjau

Penulis -

Selasa, 16 September 2025 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Batang, Prokabar.com – Korban tenggelam beraktifitas dengan menyelam dan menembak ikan dalam Danau Maninjau meninggal setelah lima hari pencarian tim gabungan, Selasa pagi (16/9). Korban bernama lengkap Dodi Prinando (45), tenggelam antara 50 meter keramba milik warga, lokasi awal titik korban hilang.

Kabid KL BPBD Agam, Ichwan Wahyudi mengatakan, pihaknya bersama Tim Basarnas Padang, Jajaran Kepolisian, TNI dan Relawan telah melakukan lima hari pencarian korban. Berbagai upaya dengan peralatan lengkap dikerahkan hingga membuahkan hasil.

Baca Juga :  Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

“Jasad korban langsung kita evakuasi ke puskesmas Maninjau dan dilakukan pemeriksaan oleh pihak Puskesmas. Selanjutnya kita serahkan ke pihak keluarga ke Linggai, Nagari Duo Koto,” ungkapnya.

Korban merupakan warga asal Linggai, Nagari Duo Koto. Baru saja pindah dari Jorong Tanjung Sani ke Jorong Nagari, dikenagarian Sungai Batang. Dodi Prinando alias Codoik memiliki seorang istri dan empat orang anak.

Baca Juga :  Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

Korban memang sudah terkenal seorang pencari ikan dengan menyelam dan menembak. Namun naas, Dodi mengalami kejadian yang tidak diharapkan.

Kejadian berawal pada pukul 22.00 WIB hari Kamis (11/9/2025), ia bersama temannya Awalunddin (45) menembak ikan hingga pukul 24.00. Kemudian mereka istirahat hingga pukul 02.30 WIB dan dilanjutkan sekitar pukul 03.00 WIB, Jum’at dinihari (12/9).

Dodi dan sahabatnya berpisah, dengan menggunakan perahu ke arah keramba. Sedangkan Awaluddin hanya sekitar tepian danau melakukan aktifitas menembak ikan.

Baca Juga :  Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

Sekitar pukul 06.00 WIB, korban tidak lagi terlihat dan hanya meninggalkan perahu beserta peralatan lengkapnya. Setelah mencari-cari ke sekitar lokasi, Lorna tidak juga bertemu. Warga setempat pun melaporkan kejadian ke pihak Terkait hingga Tim Gabungan melakukan pencarian.

“Setelah bertemunya korban tenggelam, secara resmi operasi pencarian dan pertolongan kita tutup dan selesai Pukul 08.30,” tutup Ichwan. (rud)

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga
Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif
PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026
Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026
UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam
KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini
Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:04 WIB

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:02 WIB

KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

Berita Terbaru

Daerah

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:04 WIB