Awali 2023, Festival Nan Jombang Tanggal 3 Kembali Digelar

Penulis -

Selasa, 3 Januari 2023 - 01:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Mengawali tahun 2023, Festival Nan Jombang Tanggal 3 (FNJT3) kembali digelar pada Selasa (3/1) di Gedung Manti Menuik Ladang Tari Nan Jombang, Balai Baru, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Pagelaran itu akan dimulai pukul 20:00 WIB.

Pendiri Nan Jombang Dance Company, Eri Mefri menyebutkan diawal Tahun 2023 ini, FNJT3 ini sekaligus launching kegiatan 2023.

“Setelah 3 tahun pandemi melalui virtual di kanal youtube Indonesia Kaya, akhirnya pada tahun 2023 ini Festival Nan Jombang Tanggal 3 dapat kembali kita saksikan secara langsung
Di Ladang Tari Nan Jombang Padang. Juga sekaligus launching program tahunan Nan Jombang Dance Company 2023,” kata Eri Mefri, Senin (2/2).

Fada kesempatan kali ini, FNJT3 akan menampilkan Silek, Tari Piring dan Randai Ranah Tigo Raso.

Dikatakan, FNJT3 ini secara rutin digelar Nan Jombang Dance Company untuk panggung untuk berekspresi bagi seniman tradisi di Sumatera Barat.

“Dengan FNJT3 ini para seniman dapat menyalurkan ekspresi seni yang mereka miliki,” katanya.

Dia mengatakan, Festival Nan Jombang Tgl 3 digagas dan mulai diselenggarakan sejak tahun 2013 sampai sekarang.

Selain itu, Penggagas dan Menyelenggarakan KABA Festival dari tahun 2014 sampai sekarang, ditambah dari belajar dalam mencermati dan mengikuti beberapa iven dalam maupun luar negeri.

Sanggar Nan Jombang Dance Company yang didirikan 1 November 1983 adalah sebuah pemikiran yang mewadahi seniman seniman kreatif serta yang berproses berkepanjangan, membuat rantai kegiatan tahunan dan jangka panjang.

Kegiatannya berupa pementasan Seni Pertunjukan hasil produksi para seniman, melalui proses sepanjang tahun dengan berbasis tradisi yang mereka amati dalam keseharian maupun sengaja disediakan untuk ditonton dan diamati.

“Dengan pikiran bahwa kualitas yang sesungguhnya ada pada proses yang bercikal bakal kepastian masa lalu yaitu tradisi dalam ranah Adat Salingka Nagari. Maka seniman yang tergabung dalam pemikiran ini bertekad dan berharap mampu menjadi magnet untuk menarik para seniman yang ada agar terus berproses dan berkarya dengan kreatif dan inovatif,” ujar Eri Mefri.

Ery Mefri pada tanggal 1 November 1983, merupakan penggagas lahirnya Nan Jombang Dance Company dan langsung jadi pimpinan sampai sekarang. Kegiatan Utamanya berupa riset, berproses, berkarya dan produksi.

Dia adalah Penggagas dan Penyelenggara Galanggang Tari Sumatera dari tahun 1988 s/d 2003. Selanjutnya Bekerjasama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang (BPNB) menyelenggarkan event International, Padang Bagalanggang International Performing Arst Festival tahun 2013 dan 2014 di Ladang Tari Nan Jombang.

Kemudian menyelenggarakan Festival Ilau Pantai Barat Sumatera di Desember 2013 dengan dukungan dana Rumah Budaya Nusantara dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Nan Jombang Dance Company juga telah melalui perjalanan panjang dalam beberapa kegiatan workshop, festival dan kongres di Jakarta, Bandung, Solo, Jogja, Surabaya, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan kota-kota di Sumatera.

Juga di beberapa festival seni pertunjukan dunia, seperti : Amerika, Swedia, Brussel, Berlin, Perancis, Essen Jerman, Vienna, Belanda, Inggris, Jepang, Australia, Korea, Taiwan, Pihilipina, Srilanka, dan Singapura.

Untuk menikmati dua pertunjukan ini, silahkan datang dan bergabung dalam kemeriahan Festival Nan Jombang Tanggal 3 pada Minggu, 3 Februari 2019. Festival ini akan di helat di lokasi yang sama pada perhelatan FNJT3 sebelumnya yaitu di Ladang Tari Nan Jombang, belakang perumahan polda, Balai Baru, Padang. Seperti biasa, festival ini akan dimulai pada pukul 20:00 WIB hingga selesai. (mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru