Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

11.033 Spesimen Diperiksa Sejak Awal Pandemi COVID-19 di Tanah Datar

Dibaca : 256

Tanah Datar, Prokabar – Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar mencatat 11.033 spesimen telah diperiksa sejak awal pandemi covid 19 ditemukan di Kabupaten itu. Pemeriksaan belasan ribu spesimen itu dilakukan dengan menggunakan metode polymerase chain reaction atau PCR oleh Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakt Infeksi Universitas Andalas.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, hingga 19 januari 2021 ditemukan sebanyak 990 orang yang positif covid 19, dimana 767 orang saat ini telah dinyatakan sembuh, dan sebanyak 33 orang meninggal dunia. Dalam arti kata, di Kabupaten Tanah Datar masih terdapat kasus yang aktif sebanyak 190 orang, dan dirawat di berbagai rumah sakit rujukan pemerintah dan sebagian lainnya melakukan isolasi secara mandiri.

“Untuk kasus dan screening, kita sudah melakukan pemeriksaan 11033 sampel yang kita kirim ke UNAND dan hasilnya sudah mencapai 10 ribu lebih. Alhamdulillah, sebanyak 167 yang kita kirim tadi dari Dinas kesehatan, hasilnya negatif semua,” ucap Roza Mardiah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanah Datar saat ditemui di ruangannya, Selasa (19/1).

Roza Mardiah, juga mengatakan jika total spesimen .yang diperiksa tersebut juga tergabung kedalam data screening terhadap tenaga pendidik yang saat ini sebagian telah memulai pembelajaran tatap muka sejak 11 januari 2021. Dari pemeriksaan orang kontak erat, hingga 18 Januari 2021 ditemukan sebanyak 933 orang Positif, sedangkan dari hasil screening tenaga pendidik ditemukan sebanyak 53 orang Positif

“Untuk guru yang terpapar covid sudah mencapai 53 orang, dari screening yang tengah berjalan itu,” tambah Roza.

Pihaknya juga akan terus melakukan screening terhadap tenaga pendidik yang mana satuan pendidikannya hendak memulai pembelajaran tatap muka. Hingga saat ini, screening terhadap tenaga pendidik yang telah dilakukan diantaranya terhadap satuan pendidikan tingkat SMA sederajat, dan SMP sederajat.

“Kita tetap berupaya melakukan screening untuk guru SD. Dalam minggu ini kita harapkan selesai, dan keputusan bagi sekolah SD untuk belajar tatap muka,” lanjutnya.

Menanggapi berubah statusnya Kabupaten Tanah Datar dari Zona Kuning ke Zona Orange penyebaran Covid 19, ditanggapi jika hal tersebut tidak terlepas dari hasil tracing dan screening yang dilakukan saat ini.

“Ya, karna kita bekerja, karna kita melakukan screening maka ditemukan. Kalau tidak dilakukan screening, tidak akan ditemukan. Dari screening ternyata ada kasus yang kita temui. Kalau dari kasus, jelas kontak erat dengan yang positif dan kita cari,” tutupnya.

Sementara itu, dalam menekan peningkatan penyebaran Covid 19 di Luhak Nan Tuo, Roza berharap masyarakat untuk serius menerapkan protocol kesehatan. Pihaknya juga meyakinkan, bahwasanya Covid 19 itu ada. (eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top