Padang, Prokabar — Terkait pembatasan akses media sosial serta aplikasi pesan instan WhatsApp oleh pemerintah membuat sejumlah pengguna smartphone lain beralih ke aplikasi sejenis yakni Telegram.
Pembatasan yang dilakukan pemerintah membuat pengguna kesulitan untuk berkirim gambar maupun video. Hal ini diklaim untuk mencegah masyarakat terprovokasi informasi yang dibagikan di platformtersebut.
Berdasarkan pantuanProkabar, Rabu (22/5), proses downloaddan uploadfoto maupun video di WhatsApp sulit dilakukan kecuali pengguna menggunakan aplikasi tambahan yakni Virtual Private Network (VPN). Namun, bagi masyarakat yang kesulitan atau ragu memakai aplikasi VPN karena takut akan pencurian data banyak beralih menggunakan Telegram.
Peningkatan pengguna Telegram dapat dilihat dari notifikasi pengguna baru di Telegram. Karena aplikasi ini akan memberi notifikasi adanya pengguna baru yang berasal dari kontak di smartphone.
Sampai malam ini, berdasarkan pengalaman, pengguna baru di Telegram yang berasal dari kontak ternyata bertambah cukup banyak.
Meski belum dapat dipastikan, besar kemungkinan meningkatnya jumlah pengguna Telegram ini merupakan akibat dari pembatasan pengiriman foto dan video di aplikasi chattingseperti WhatsApp.
Terlebih, aktivitas chattingdi Telegram hingga sekarang, seperti berkirim foto dan video masih berjalan seperti biasa. Karenanya, tidak heran sejumlah pengguna mulai beralih ke aplikasi chattingasal Rusia tersebut. (*/hdp)
















