Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Webinar IBIMA, Implementasi Making Indonesia 4.0 Buka Peluang Jutaan Lapangan Kerja

Dibaca : 93

Jakarta, Prokabar – Implementasi making Indonesia 4.0 akan mempercepat pembangunan sektor industri yang berdaya saing global. Sehingga dapat mewujudkan Indonesia berada menjadi 10 negara ekonomi terbesar pada tahun 2030.

Hal tersebut disampaikan Eko Suseno Agung Cahyanto, SH, LL.M. – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian RI dalam webinar Insan Bisnis dan Industri Manufaktur Indonesia (IBIMA), Jumat (20/11).

“Bahkan, implementasi Making Indonesia 4.0 akan membuka peluang 20 juta lapangan kerja dengan keahlian baru di sektor industri dan jasa pendukung industri pada 2030 mendatang,” sebut Eko menambahkan.

Mewujudkan semua itu, Kemenperin terus berupaya meningkatkan daya saing sektor industri melalui penerapan teknologi terbarukan dan peningkatan kompetensi SDM di tujuh sektor prioritas.

Yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, kimia, elektronika, alat kesehatan dan farmasi.

“Pemanfaatan teknologi digital ini nantinya akan dimulai dari tahapan produksi hingga distribusi kepada konsumen. Hal tersebut sejalan dengan instruksi Presiden agar segera disusun program digitalisasi nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Founder & CEO IBIMA Made Dana Tangkas turut mendorong pengembangan ekosistem yang terpadu dan terintegrasi dari riset, inovasi, dan komersialisasi untuk nantinya diaplikasikan oleh Industri Kecil Menengah (IKM), Usaha Kecil Menengah (UKM), koperasi, dan industri di pedesaan.

“Yang kita harapkan bisa benar-benar terwujud dalam membangun ekonomi kerakyatan di Indonesia,” tuturnya.

Ia mengingatkan persoalan yang tengah terjadi sekarang ini yakni perlambatan ekonomi memicu terjadinya resesi ekonomi di berbagai negara di dunia. Paling mendasar tertekannya supply dan demand, melemahnya purchasing power, dan menurunnya aktivitas bisnis.

“Juga banyak perusahaan yang merugi. Dan ini sangat besar sekali dampaknya bagi masyarakat Indonesia terutama jika kita melihat IKM dan UKM di dalam menjalankan usahanya. Dalam perspektif ini kita perlu menyesuaikan kegiatan usaha dan melakukan transformasi sambil menunggu stimulus dari pemerintah di sektor riil dan juga jaringan pengaman sosial,” pungkasnya. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top