Wawancara Khusus, Eduardo Almeida; Saya Datang Untuk Membuat Tim Lebih Profesional dan Punya Komitmen

Penulis -

Selasa, 12 November 2019 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG, Prokabar – Sampai pekan ke-27, Semen Padang FC masih berkutat di zona degradasi Liga 1 2019. Ancaman terlempar ke Liga 2 terus membayangi, saat kompetisi tinggal menyisakan tujuh laga lagi.

Kendati dalam posisi yang sangat sulit melepasan diri dari zona merah, namun Semen Padang belum mengangkat bendera putih. Nada-nada optimistis masih ditebarkan oleh kubu tim berjuluk Kabau Sirah itu.

Pelatih asal Portugal, Eduardo Almeida mempunyaitugas yang sangat sulit untuk menyelamatkan tim asuhannya. Tujuh laga tersisa, akan menjadi pertarungan hidup mati bagi Almeida bersama timnya.

Rizal Marajo, kontributor prokabar.com melakukan wawancara khusus dengan pelatih yang menjalani musim pertamanya di Indonesia itu. Wawancara dilakukan melalui email, dan sudah dilakukan alih bahasa. Berikut petikannya:

1. Apakah Anda setuju, Semen Padang dalam situasi yang sulit hari ini? Ancaman degradasi dan zona merah sekarang di depan Anda

Semen Padang dalam situasi yang sulit, tetapi lebih baik sekarang daripada ketika saat saya tiba. Ancaman degradasi dan zona merah di depan saya selalu ada sejak saya datang. Perbedaannya sekarang kita tinggal 3 poin dari garis
merah, dari sebelumnya 7 poin. Artinya kita lebih dekat sekarang untuk mencapai target kita daripada sebelumnya.

Penting untuk diingat bahwa dalam 10 pertandingan kami bisa menghasilkan 13 poin dan dalam jumlah pertandingan yang sama di putaran pertama, pertandingan 1-10, dimana tim hanya menghasilkan 4 poin. Jadi, bicara hasil
dan kinerja, lebih baik sekarang daripada sebelumnya. Kami bekerja keras untuk meningkatkan dan mencapai target kami.

13 poin ini normal dalam 10 pertandingan. Jika semua tim memulai dengan 0 poin pada 10 pertandingan lalu, kami berada di posisi 9-10 dalam klasemen. Artinya, memungkinkan kami untuk memperbaiki poin agar tetap bertahan di
Liga ini. Poin yang hilang lebih banyak sebelumnya, sebelum sekarang.

Sekarang kami dalam jumlah poin normal, tentu saja kami memiliki peluang untuk mendapatkan angka lebih banyak. Memang, kami kehilangan beberapa poin di menit-menit terakhir yang seharusnya kami bisa menyimpannya. Tetapi tim-tim lainnya juga berjuang keras untuk mendapatkan poinnya.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

2. Apakah Anda masih optimis bisa menyelamatkan tim ini?

Ya, saya masih optimis. Ini sulit, tetapi kita harus percaya. Yang lebih penting adalah melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan. Pertandingan-pertandingan selanjutnya sangat penting bagi kami. Jika Menang
memiliki peluang untuk bertahan di liga 1. Jika tidak ada kemenangan disana, kami memiliki masalah besar setelahnya.

3. Ketika Anda memilih untuk menjadi pelatih Semen Padang. Apakah Anda mengalami kesulitan sejauh ini?

Sampai sekarang saya tidak menemukan kesulitan, karena saya ingin membawa solusi dan sejauh ini tidak ada masalah. Jika saya fokus dalam kesulitan saya akan kehilangan fokus pada apa yang penting. Ketika saya tiba saya tahu bahwa jendela transfer sudah hampir ditutup.
Sehingga semua pemain yang ada di tim harus bekerja dengan saya, dan saya membantu mereka untuk meningkatkan.
Tetapi jadwal sangat tidak memungkinkan untuk berlatih dengan waktu yang cukup untuk membuat tim lebih kuat seperti yang saya inginkan. Bermain dan berpikir yang terbaik untuk memenangkan pertandingan.
Saya tidak mengeluhkan jadwal, karena semua tim mengalaminya. Perbedaannya sekarang, tidak ada banyak istirahat, tidak ada waktu untuk proses pelatihan.
Jadi, saya tahu kenyataan seperti ini dan hanya fokus untuk membuat yang terbaik dengan para pemain. Karena kami berjuang untuk bertahan di liga 1 karena kondisi, bukan kesulitan.

4. Apakah manajemen tim dan pemain cukup untuk membuat Anda menikmati pekerjaan sebagai pelatih Semen Padang?

Saya menikmati pekerjaan saya di mana-mana, saya mencintai pekerjaan saya. Pekerjaan saya adalah hasrat saya, sering kali saya mengorbankan diri sendiri dan keluarga saya untuk melakukan apa yang saya suka, beruntung
mereka mengerti dan mendukung saya.
Di Semen Padang tidak ada yang berbeda. Manajemen mendukung saya, pemain melakukan yang terbaik, jadi saya senang bekerjasama dengan mereka semua. Fans tim juga luar biasa, jadi saya menikmati.
Tetapi saya yakin, tentu akan sangat sangat senang jika tim ini tetap di Liga 1. Saya datang untuk membantu Semen Padang dan melakukan apa yang saya suka, yaitu berada di lapangan.

Baca Juga :  Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026

5. Bagaimana Anda berkomunikasi dengan pemain, terutama pemain lokal. Apakah mereka cukup mudah mengerti?

Kami menggunakan beberapa pemain yang bisa berbicara bahasa Inggris. Saya juga mencoba berbicara Bahasa Indonesia. Saat melatih saya sudah bisa berbicara beberapa kata sepakbola. Untuk lebih detail dan instruksi, saya
menggunakan pemain, asisten pelatih, dokter, atau siapa saja yang lebih dekat. Selalu saya pastikan mereka mengerti dengan apa yang saya katakan.

6. Apa pendapat Anda tentang pendukung tim, mereka tidak “gila” seperti Bandung, Malang, Surabaya. Anda setuju?

Pendukung Semen Padang luar Biasa, itu yang harus saya katakan. Mereka selalu mendukung kami. Normal jika mereka tidak bahagia ketika kita tidak menang, saya juga begitu. Jika Anda merasakan hasrat para bermain untuk tim,
tidak mungkin mereka untuk tetap bahagia.

Tentu saja kami harus memahami bahwa tidak ada tim yang bisa memenangkan semua pertandingan, itulah sepakbola. Tapi suporter Semen Padang luar biasa. Di tempat lain saya tidak tahu, dan tak bisa berbicara karena saya tak pernah dekat dengan mereka. Tetapi sampai sekarang semua tempat saya pergi saya melihat semua suporter membuat hal yang baik, tidak ada yang perlu saya katakan tentang mereka.
Untuk suporter Semen Padang, juga untuk suporter tim lainnya saya hanya harus mengatakan untuk menjaga tim yang mereka dukung. Sepak bola tanpa penggemar dan suporter sangat tidak masuk akal. Mereka adalah pemain nomor 12.

7. Apa kekuatan dan kelemahan Anda sebagai pelatih di Semen Padang?

Kekuatan dan kelemahan saya di Semen Padang sama dengan ketika saya melatih di tim lain. Kita harus menyesuaikan diri dengan cepat, memahami dengan cepat, dan selalu mempersiapkan pekerjaan kita setiap hari. Yang terpenting,
kita meningkatkannya setiap hari. Kita harus profesional dalam hal apapun, termasuk soal pemain, organisasi,
fasilitas. Ada kesulitan dan di dalamnya, tapi ketika tim tampil ada peningkatan dari hari ke hari, itu maksud saya. Kekuatan saya adalah membuat tim ini menjadi lebih profesional dan membuat para pemain memiliki komitmen
dengan tim, mampu bekerja seperti sebuah tim.

Baca Juga :  Porprov XVI 2026; Tim Tenis Meja Beregu Putra dan Putri Kompak Sumbangkan Perunggu untuk Tanah Datar

Kelemahan saya saat ini adalah, tidak ada waktu untuk mempersiapkan tim untuk bermain sesuai yang saya suka. Misalnya, pertahanan yang lebih kuat, atau lebih intensif dalam permainan. Tetapi ini membutuhkan waktu. Persiapan
yang singkat, recovery terbatas, jadwal bermain sekali empat hari. Ini sangat sulit untuk melakukannya.

8. Apa filosofi Anda melatih dan hubungannya dengan yang Anda ajarkan kepada tim Anda?

Filosofi saya didasarkan pada filosofi hidup, yaitu rasa hormat, profesionalisme, dan kejujuran. Saya melakukan apa yang menurut saya yang terbaik untuk tim. Dalam latihan saya mencoba melihat cara bermain terbaik dengan pemain yang kita miliki. Jadi saya menyesuaikan model agar pemain merasa nyaman dan juga mempertimbangkan yang cocok. Selalu di dalam sistem dan aturan tentunya.
Dalam hubungan dengan pemain, yang paling mendasar adalah mengatakan yang benar dan memperbaiki kesalahan. Mencoba selalu meningkatkan mereka secara individu dan kolektif. Selalu jujur saat berbicara dengan mereka. Ucapkan
selamat saat mereka layak mendapatkan, dan minta perhatian saat mereka melakukan kesalahan.

9. Siapa panutan Anda dalam melatih, dan mengapa?

Saya tidak mengikuti panutan. Saya membaca dan banyak melihat cara melatih dan bermain tim yang berbeda. Tetapi saya tetap dengan cara saya, saya pikir sendiri, tidak ada copy paste.
Tetapi jika saya perlu mengatakan tiga nama pelatih, saya katakan Fabio Cappelo, Giovanni Trapatoni dan Juergen Klop. Karena cara pemain bertarung dengannya, komitmennya luar biasa. Capelo karena kepemimpinannya sangat kuat
dan juga taktis. Trapatoni juga sama. Dan tentunya Mourinho dan banyak pelatih Portugis lainnya yang bekerja dengan sangat baik di seluruh dunia.

10. Terakhir, Apakah Anda senang tinggal di Padang? Bagaimana dengan orang-orangnya, gaya hidup mereka, dan soal makanan?

Tinggal di Padang itu mudah dan menyenangkan. Kota yang tenang, orang-orang ramah, semua tempat saya datangi orangnya sangat bersahabat. Jadi,saya senang di Padang. Makanannya memang sedikit pedas tetapi saya juga mencoba sesekali. Di lain waktu, mencoba mendapatkan makanan Eropa. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar
Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar
Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026
Porprov XVI 2026; Tim Tenis Meja Beregu Putra dan Putri Kompak Sumbangkan Perunggu untuk Tanah Datar
Daerah Mulai jujur, KONI Pessel Minta Pelaksanaan Porprov Ditunda
Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda
Hasil Piala AFF: 3 Gol dalam 7 Menit, Indonesia Hajar Timor Leste dan Puncaki Klasemen
Preview Timor Leste vs Indonesia; Bukan Soal Menang, tapi Berapa Gol yang akan Dicetak Tim Garuda

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Porprov XVI 2026; Tim Tenis Meja Beregu Putra dan Putri Kompak Sumbangkan Perunggu untuk Tanah Datar

Senin, 14 September 2026 - 10:59 WIB

Daerah Mulai jujur, KONI Pessel Minta Pelaksanaan Porprov Ditunda

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB