Waspada, Bayi Enggan Menyusu dan Selalu Lemah Tertidur Tanda Bayi Terkena Meningitis

Penulis -

Rabu, 1 Agustus 2018 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Bakteri bisa datang dari mana saja. Penularan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung (sinus)  juga bisa datang dari siapa pun, bahkan bisa dari ibu bayi itu sendiri.

Contoh kecil, percikan batuk (droplet) orang-orang di dekat si kecil itu pun merupakan salah satu trigger dari tumbuhnya  bakteri Streptococcus pneumoniae dan Haem influenza yang menyebabkan bayi terkena meningitis, yaitu kondisi yang menyebabkan peradangan pada selaput otak (meninges).

Adapun proses bersarangnya bakteri tersebut pada diri si kecil, adalah dengan masuk melalui saluran pernapasan yang nantinya dimulai dari gejala batuk, pilek. Karena kuman yang masuk amat ganas dan invasine, maka bakteri tersebut pun akhirnya menyebar dengan mudahnya ke darah dan seluruh tubuh termasuk meningen.

Sebenarnya setiap bayi berusia satu tahun, ia sudah mempunyai bakteri pneumokokus yang hidup di tenggorokannya, hanya saja keberadaan bakteri tersebut tidak selalu dapat diartikan kalau akan menderita pneumokokus. Karena dari 90 jenis bakteri pneumokokus hanya sedikit yang bisa menyebabkan penyakit berbahaya itu.

 

Bayi Enggan Menyusu dan Selalu Tertidur Tanda Bayi Terkena Meningitis

Gejala Meningitis pada bayi, masih sulit untuk di ketahui tanpa adanya tindakan medis. Namun umumnya, bayi yang terkena meningitis akan terlihat:

  • Demam
  • Tangan dan kaki dingin, namun suhu tubuh hangat
  • Bayi menggigil padahal tidak terlalu dingin
  • Leher bayi menjadi lebih kaku
  • Rewel dan menangis terutama saat digendong
  • Muntah terus menerus
  • Enggan menyusu, menolak saat diberi makan
  • Sangat mengantuk, hingga bayi sulit dibangunkan
  • Ruam merah atau berwarna gelap pada tubuh bayi
  • Pada bagian ubun-ubun terlihat menonjol

Dalam beberapa kasus, untuk mengetahui seseorang menderita meningitis adalah melalui pengambilan sampel cairan otak untuk mendiagnosa meningitis. Dimana pada orang sehat, cairan otak tampak bening. Sedang penderita, pada penderita pneumococcal meningitis warna cairan terlihat keruh dan tes laboratorium akan mengindikasikan banyak bakteri dan jumlah sel darah putih yang berlebih.

Lalu apakah pengambilan sampel cairan otak itu juga dilakukan oleh bayi? Ya, pengambilan cairan otak harus dilakukan untuk mendiagnosa meningitis berapapun usianya. Apalagi mengingat gejala meningitis pada bayi tidak sejelas orang dewasa.

Pengobatan penderita meningitis pada bayi adalah diberikannya antibiotika sesuai hasil kultur cairan otak. Tetapi secara umum dosis antibiotika yang diberikan harus dengan dosis yang tinggi selama 10-14 hari tergantung jenis kumannya.

 

Cegah Meningitis Lewat Vaksin

Untuk mencegah meningitis, Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia pun merekomendasikan vaksin konjugat pneumokokus. Vaksin tersebut dianjurkan diberikan kepada bayi dan anak yang berusia 2 bulan hingga 9 tahun. Dan pemberian vaksin paling baik dilakukan pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan 12 – 15 bulan. Adapun vaksinasi pneumokokus bisa diberikan bersamaan dengan vaksin lain, seperti vaksin DTP/HiB, DtaP, Hib, IPV, Hepatitis B, MMR, dan Varicella. (rsk)

 

 

 

 

 

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB