Budaya

Walikota Padang Panjang Terpilih Resmi Bergelar Datuak

Tanah Datar, Prokabar – Fadli Amran, Walikota Padang Panjang terpilih resmi menyandang gelar Datuak. Fadli Amran saat ini bergelar Datuak Panduko Malano yang membawahi Suku Kutia Anyia Nagari Simpuruik, Kecamatan Sungai Tarab, Tanah Datar.

Prosesi penobatan gelar datuak ini berlangsung selama 3 hari, dimana didahului dengan tradisi bantai atau menyemblih kerbau. Bantai kabau merupakan prosesi wajib dalam tagak penghulu dimana memaknai menjauhkan sifat buruk dan mengambil sifat yang baik dari seorang penghulu.

“Adatnya disini Koto Piliang, penobatan penghulu harus ditanam tanduk yang mengartikan menanamkan sifat buruk dari penghulu dan mengangkat yang baik untuk anak kemenakan dan masyarakat,” ujar Herman Malin Palito salah seorang tokoh Adat di daerah setempat.

Prosesi penobatan gelar datuak Fadli Amran dilakukan dalam sebuah upacara adat yang dihadiri oleh pemangku adat Nagari simpurik.

Disandangnya gelar datuak oleh Anak dari pasangan H. Amran St. Sidi Sulaiman dan Hj. Maizarnis ini ditandai dengan pemasangan deta oleh petinggi adat Nagari Simpuruik. Usai prosesi, Fadli dan istri pun diarak ke rumah gadang Nagari Simpuruik.

Sementara itu, Fadli Amran mengaku bangga telah menyandang gelar Datuak Panduko Malano. Sebagai Walikota Padang Panjang terpilih, nama tersebut juga akan menjadi marwah bagi dirinya, keluarga dan kaum suku Kutia Anyia.

“Saya merasa bangga dan bahagia dipercaya oleh kaum. Terima kasih tak terhingga pada masyarakat dan kaum yang terlibat dalam proses pengukuhan dan penobatan gelar datuak,” ucap Fadli Amran Dt. Panduko Malano

Pada seromoni penobatan gelar datuak ini turut dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Ketua DPRD Provinsi Sumatra Barat, Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar, tokoh masyarakat dan mantan Wamendikbud Musliar Kasim, mantan Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigue.(eym)

Berani Komen Itu Baik

Tirto.ID
Loading...
To Top