Trending | News | Daerah | Covid-19

Olah Raga

Waduh, Tim Sepak Bola Sumbar Gagal ke PON 2020

Dibaca : 654

Padang, Prokabar – Tim sepakbola Sumbar, harus mengubur mimpi untuk lolos ke PON 2020 di Papua. Dalam laga play-off Porwil X Sumatra 2019, Sabtu (2/11) di Stadiom Padang Panjang, Manna, Sumbar harus mengakui keunggulan Sumatra Utara 1-3.

Ini adalah kegagalan beruntun tim sepakbola Sumbar lolos ke PON, setelah pada PON 2016 Jawa Barat, Sumbar juga gagal berpartisipasi. Kiprah terakhir “Tuah Sakato” di ajang multi iven nasional itu, saat PON Riau tahun 2012.

Tentunya ini memperpanjang catatan buram sepakbola Sumbar di PON. Tekad” “Mambangkik Batang Tarandam”, dengan lolos ke PON 2020, kini sirna. Padahal, Sumbar termasuk tim yang punya persiapan yang cukup baik.

5 bulan persiapan, bahkan sempat melakukan try out ke Malaysia, ternyata hasilnya tidak sesuai harapan. Pahitnya, mimimpi itu terjegal di langkah terakhir.

Hal ini cukup disesali oleh pelatih Robby Mariandy. Faktor kelelahan pemain bisa menjadi salah satu faktor Sumbar gagal mengatasi Sumut. Tanpa recovery yang cukup, setelah mengalahkan Jambi di laga terakhir Grup A, dalam tempo 24 jam harus tampil lagi melawan Sumut, yang mempunyai istirahat satu hari.

“Perubahan jadwal mendadak yang dilakukan Panpel, membuat kita harus melakoni 2 laga dalam 1 x 24 jam. Ini benar-benar gila, karena pemain juga manusia, bukan robot. Fisik tak bisa dibohongi.”ujar Robby.

Walau begitu, Robby tak hendak menjadikan hal itu sebagai “kambing hitam” kegagalan meraih tiket PON.”Saya selaku pelatih, mohon maaf kepada masyarakat Sumbar, belum bisa mewujudkan impian lolos ke PON.”ujarnya, saat dihubungi media ini, Sabtu malam.

Robby juga memberi apresiasi kepada para pemainnya, yang telah berjauang sekuat tenaga dalam laga ini. “Apresiasi saya untuk para pemain, dan terima kasih kepada manajemen tim yang memberi saya kesempatan memgang tim ini. Juga hormat saya untuk para pendukung tim, para perantau yang selalu memberi support kita secara luar biasa selama Porwil.”lanjutnya.

Sementara manejer tim, Hardimen Koto juga menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Sumbar. Terlepas dari berbagai fakto non teknis yang terjadi, Hardimen memberi apresiasi tinggi pada perjuanagan tim.

“Tapi inilah bagian dari drama sepakbola. Sudah ini jalannya, kecewa tentu saja. Perjuangan kita, sebuah usaha yang kita mulai dengan upaya yang hebat, tumbang oleh keputusan amatiran. Terima kasih untuk totalitas pemain, semangat yang tak runtuh untuk berjuang sampai akhir.”ucap Hardiman.

Tak ketinggalan kapten tim, Bobby Candra juga merasa perlu meminta maaf kepada masyarakt Sumbar atas hasil ini. “Mohon maaf menyarakat Sumbar, kami sudah berjuang dengan melawan semua kecurangan yang ada.”tulisnya.

Good Bye,,Papua 2020(rzm)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top