Tanah Datar, Prokabar – Ditengah pandemi Covid 19 dan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) di Tanah Datar, aktifitas pasar pabukoan masih tetap berlangsung.
Pantauan prokabar.com pada Sabtu (25/4) di pasar pabukoan yang terletak tepat di jantung ibu kota Tanah Datar, pasar Batusangkar itu, dari pukul 15.30 hingga pukul 16.30 WIB kodisi pasar pabukoan masih sepi dari pembeli. Satu persatu pembeli baru terlihat datang untuk berburu takjil sekitar pukul 17.00 WIB.
Dalam kondisi normal, pengunjung pasar pabukoan ini bisa membludak, namun di tengah wabah Covid 19 melanda, jumlah pengunjung pasar pabukoan jauh menurun. Persentase penurunan pengunjung bahkan lebih dari 50%.
Taufik Hidayat, salah seorang pedagang kuliner pabukoan di pasar Batusangkar tak menampik jika di tengah wabah Covid 19 angka kunjungan menurun dan sepi pembeli. Antisipasi kerugian, iapun mengakalinya dagangan dengan memasak jumlah yang tidak banyak.
“Kalau untuk sekarang masih sepi. biar tak rugi kita masaknya tidak terlalu banyak dulu,” katanya.
Meski berdagang di tengah penyebaran wabah corona, ia mengaku tidak terlalu khawatir akan tertular virus tersebut. Menggunakan masker, menjaga jarak dengan pembeli ia lakukan sebagai bentuk antisipasi penularan Covid 19.
“Takut tidak, antisipasinya kita tetap terapkan anjuran pemerintah, seperti menggunakan masker, jaga jarak dan menyediakan cuci tangan. Untuk jaga jarak antara pedagang dan pembeli kita juga sekat barang dagangan dari pembeli dengan menggunakan plastik,” ujarnya lagi.
Di tengah pandemi Covid 19 dan kebijakan PSBB, pasar pabukoan di Batusangkar Sumatera Barat memang mendapatkan izin dari pemerintah setempat. Akan tetapi, dalam beraktifitas, pedagang meski menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid 19 seperti menerapkan sosial distancing, menyediakan cuci tangan, serta menggunakan masker saat berjualan.(eym)
















