Uang tak Ada, Anak Jantung Bocor tak Bisa Berobat Lagi

Penulis -

Selasa, 15 Mei 2018 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batusangkar, Prokabar – Linda Rohani terlihat berusaha menahan air matanya. Dia hanya bisa menatap iba ke arah buah hatinya Adrian Bustami.

Mengingat bocah lelaki, anak ketujuh dari delapan anaknya itu sudah 4 bulan tidak mendapatkan obat. Dia tak mampu lagi membawa putranya yang divonis menderita penyakit jantung bocor oleh tim dokter RSUD MA Hanafiah Batusangkar. Vonis itu jatuh beberapa tahun yang lalu.

Perempuan berusia 48 tahun ini tidak punya biaya lagi, guna membawa Adrian berobat ke RS M Djamil Padang. Sementara dia juga tak bisa berharap banyak kepada suaminya, Bustami (60).
Suaminya yang juga menyandang disabilitas itu hanya berprofesi sebagi buruh tani. Kini, Linda Rohani hanya bisa pasrah dengan kondisi penyakit yang diderita oleh sang anak.

Mereka tidak bisa berbuat banyak untuk kesembuhan penyakit sang anak tercinta. Meski demikian, warga Jorong Kubang Landai Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas,Tanah Datar ini masih bisa tersenyum.

Hanya dengan tersenyum, mereka bisa menghibur lara melihat kondisi sang anak.
“Penyakit yang diderita anaknya berawal dari demam diiringi dengan sesak nafas. Saat mendapat rujukan ke RS M Jamil Padang, sang anak harus berobat ke ibu kota Jakarta,” tutur Linda.

Meski telah memiliki BPJS Kesehatan, namun ketiadaan biaya untuk pergi ke ibu kota. Kini Linda bersama sang suami memutuskan untuk merawat jalan sang anaknya ke RS M Djamil.

“Karena tak punya uang, kami mamutuskan untuk rawat jalan dulu. Setiap 2 bulan sekali kami rutin mengobati Adrian ke Padang. Satu kali berobat dibutuhkan biaya Rp 500 ribu sebagai biaya untuk ongkos dan mendampingi Adrian, “ ujarnya.

Linda mengatakan, kini Adrian telah 4 bulan tidak mendapatkan pasokan obat. “Kami tidak lagi memiliki biaya untuk berangkat ke rumah sakit M Djamil Padang,” ungkap pilu Linda ke Prokabar.com

Andrian (baju merah) bersama keluarga.

Sementara Adrian sendiri, meski mengalami jantung bocor tetap sekolah. Bocah yang saat ini duduk di bangku kelas IV SD Kubang Landai terlihat sangat bersemangat untuk sembuh.
Harapan besar terpatri dalam diri Adrian bersama ayah dan bundanya untuk kesembuhannya, agar dia dapat hidup normal seperti anak-anak lainnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB