Tuntut Transparansi, Ratusan Bidan dan Perawat RSU M. Natsir Kota Solok Unjuk Rasa

Penulis -

Senin, 13 Januari 2020 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok, Prokabar – Ratusan bidan dan perawat Rumah Sakit Umum Mohammad Natsir Kota Solok, Sumatera Barat melakukan unjuk rasa menuntut transparansi pembayaran jasa pelayanan, remunerasi dan klaim BPJS di halaman rumah sakit tersebut, Senin.

Perwakilan bidan dan perawat, Yuliarni, mengatakan pihaknya meminta manajemen bagian keuangan rumah sakit untuk transparansi dalam pembagian jasa pelayanan, remunerasi dan pengklaiman BPJS.

“Kami mohon penjelasan bagaimana persentase pembagian jasa pelayanan yang katanya ada Surat Keputusan (SK) Direktur dan SK Gubernur,” ujarnya.

Ia menyebutkan pembagian jasa pelayanan saat ini jauh dari profesionalitas, keadilan dan keterbukaan sehingga terkesan dipenuhi manipulasi.

Selain itu menurutnya, pengklaiman yang dilakukan BPJS tidak sama dan tidak relevan dengan yang dikatakan pihak manajemen.

“Kami akan mengulang aksi jika tuntutan tidak dipenuhi,” ujarnya.

Remunerasi adalah pemberian tunjangan atau pendapatan tambahan pegawai sebagai apresiasi atas pekerjaan atau kontribusi dalam perusahaan yang sifatnya rutin dimana ia bekerja.

Sebelumnya ratusan perawat dan bidan RSU Mohammad Natsir sudah pernah melakukan aksi serupa dan belum ditanggapi pihak manajemen rumah sakit.

Sementara itu, Direktur RSU Mohammad Natsir, Basyir Busniamenegaskan seluruh unsur termasuk perwakilan perawat dan bidan sudah dilibatkan dalam transparansi keuangan dan pembayaran jasa pelayanan.

“Setiap apel pagi disampaikan agar setiap pegawai menyampaikan hal yang menjadi keluhan ke pihak manajemen dan keuangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihak manajemen siap mengklarifikasi semua hal yang dipertanyakan para bidan dan perawat.

Pola pembagian jasa pelayanan sudah dirata-rata dengan pembagian 40-50 persen dari hasil perolehan pembayaran jasa pelayanan.

Apalagi jumlah pegawai semakin banyak hingga 400, sebelumnya pegawai hanya 300 orang. Keseluruhan pegawai kontrak dan PNS sekitar 790 orang. Sedangkan jumlah penghasilan tahun kemarin sama, jadi pembagian menjadi kurang.

Menurutnya, klaim BPJS bisa dilihat dan disampaikan secara transparansi. Walaupun memang ada sebagian pihak yang belum puas tentang pembagian jasa pelayanan.

“Klaim BPJS yang pending menyebabkan pembayaran juga terlambat,” ujarnya.

Sedangkan untuk remunerasi telah dibagi lima tahap dan memakai pihak konsultan untuk persentase yang diperoleh bidan dan perawat.

Ia menyebutkan perwakilan perawat dan bidan hadir dalam pembicaraan remunerasi.

“Kami tentu tidak bisa memuaskan seluruh pihak. Tapi karena keputusan bersama tentu harus dijalankan apalagi sudah sesuai peraturan Departemen Kementerian Kesehatan,” ujarnya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB