Trending | News | Daerah | Covid-19

Olah Raga

Tularkan Jaga Jati Diri Bangsa, Pribadi Baja Gelar Audisi Silat Bebas Indonesia

Dibaca : 171

Jakarta, Prokabar — Perkumpulan seni beladiri Pribadi Baja tak hentinya menularkan energi positif bagi generasi penerus bangsa. Melalui seni beladiri pencak silat jadi fokus utama Pribadi Baja mengingatkan kembali untuk melestarikan warisan leluhur.

Banyaknya ragam perguruan beladiri yang tumbuh di lingkungan masyarakat, Pribadi Baja membentuk satu wadah bernama Silat Bebas Indonesia. Tujuannya dari berbagai perguruan yang ada bisa bersatu sesuai dengan ketentuan yang disepakati bersama.

Sebagai langkah awal, Pribadi Baja mendapat kepercayaan dari tayangan One Pride MMA (Mix Martial Art) TV One mencari sosok petarung tangguh dan berkarakter. Audisi pun digelar bersamaan dengan pengukuhan dua koordinator wilayah, Irwan Taufik (Tangerang Selatan) dan Sam Adhiyanto (Karawang) di Gedung Serbaguna Villa Mutiara, Tangerang Selatan, Selasa (27/10).

“Audisi ini dilaksanakan untuk mencari orang-orang terbaik di setiap wilayah sebelum mengikuti acara puncak di One Pride MMA yang disiarkan di TV One,” jelas Marsyel Ririhena, Ketua Umum Pribadi Baja saat ditemui Prokabar.com di sela acara.

Alasan mengapa Pribadi Baja mencetuskan Silat Bebas Indonesia, Marsyel berharap agar generasi penerus bisa menghargai dan melestarikan warisan leluhur.

“Silat itu jati diri bangsa Indonesia yang merupakan kekayaan dan warisan leluhur kita yang harus kita jaga dan pelihara. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa kompetisinya banyak sekali. Anak-anak tidak hanya melihat saingan beladiri tapi game,” risau Marsyel.

Menepis kekhawatirannya, Marsyel merasa perlu dukungan media televisi dan media sosial untuk ‘mempengaruhi’ agar silat menjadi kebanggaan masyarakat khususnya anak muda.

“Bagaimana kita bisa eksis di mindset-nya anak-anak kita harus bergandengan dengan televisi dan media sosial. Harapannya agar silat ini keren, jadi viral diomongin banyak orang,” harapnya.

“Silat Bebas Indonesia ini jadi kebanggaan anak anak karena prestasi. Saya ingin anak-anak Indonesia mempunyai Pribadi Baja yang seperti itu, membela bangsa dan jaga negara,” timpal Marsyel menambahkan.

Gelaran audisi yang dihadiri Kadispora Tangerang Selatan, Wiwi Martawijaya ini diikuti 38 perguruan asal Tangerang Selatan dan 54 perguruan asal Karawang.

“Nantinya dari perguruan yang terdaftar diseleksi untuk kembali mengikuti Silat Bebas Indonesia challenge. Harapannya kita melahirkan tokoh beladiri yang jadi idola baru bagi generasi penerus, bukan tokoh yang ada di game gadget,” harap Marsyel.

“Tokoh inilah yang nantinya bertugas memberi pengajaran dan mengenalkan tiga karakter silat yaitu firm (tegas), fearless (tidak kenal takut) dan humble (rendah hati),” pungkasnya. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top