Tragedi Kanjuruhan Usai Arema vs Persebaya, 127 Orang Meninggal Akibat Kerusuhan

Penulis -

Minggu, 2 Oktober 2022 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang, prokabar – Tragedi Kanjuruhan, yang terjadi pada laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, menjadi sebuah catatan kelam di sejarah sepak bola Indonesia. Tak kurang dari 127 jiwa melayang akibat tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Sabtu (01/10).

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda} Jawa Timur, Irjen. Pol. Nico Afinta, menyatakan ada 127 korban jiwa pada laga tersebut. Dari 127 korban tersebut, 125 orang di antaranya suporter. Sementara, dua orang sisanya adalah aparat kepolisian.

“Tiga puluh empat orang meninggal di lokasi. Sementara, sisanya meninggal di rumah sakit,” ucap Nico.

Menurut Nico, insiden ini bermula dari kekecewaan sekelompok suporter Arema atas kekalahan tim kesayangan mereka pada laga ini. Setelah wasit meniup peluit panjang, mereka masuk ke lapangan untuk mengungkapkan kekecewaan kepada pemain dan pelatih.

“Ada sekitar tiga ribu suporter yang masuk ke lapangan,” papar Nico.

Menurut Nico, pihak keamanan sudah melakukan upaya preventif untuk mencegah aksi ini semakin meluas.

Namun, ia menilai, situasi tak bisa.lagi dikendalikan sehingga mereka melepas tembakan gas air mata ke tribune stadion.

“Sebelumnya, kami sudah melakukan upaya untuk menghalau mereka,” tutur Nico.

Selain korban jiwa, tragedi ini juga merenggut sejumlah korban material. Sejumlah kendaraan aparat kepolisian tampak menjadi korban dari insiden tersebut.

“Ada 18 kendaraan kepolisian yang menjadi korban pada kejadian ini, termasuk truk pengangkut pasukan, dua mobil unit K-9, dan dua mobil patwal,” papar Nico.

Dalam pantauan Bola.net, dua mobil unit K-9 tampak terbalik di tepi lapangan. Dua mobil tersebut dalam kondisi rusak parah.

Sementara, di gerbang Stadion Kanjuruhan, teronggok truk pengangkut pasukan milik Brimob. Bagian kabin truk tersebut dalam kondisi terbakar. Sementara, tak jauh dari truk tersebut, teronggok dua mobil aparat kepolisian dalam kondisi terbalik dan dalam kondisi bekas terbakar.

Sementara itu, Bupati Malang, Sanusi, mengungkapkan rasa dukanya atas tragedi ini. Ia pun berjanji akan menanggung biaya pengobatan korban yang dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Kabupaten Malang ini.

“Seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemkab Malang. Saya sudah meminta agar para korban ini segera ditangani,” kata Sanusi.

“Kami minta agar semua ditangani tanpa melihat identitas mereka juga karena ada beberapa korban yang tak membawa identitas,” ia menandaskan.

Tragedi kelam kembali menimpa sepakbola Indonesia. Polda Jawa Timur merilis jumlah korban jiwa akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan pascapertandingan Arema FC melawan Persebaya, Sabtu (1/10) malam WIB.

Arema FC menjamu Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023, namun tuan rumah menelan kekalahan 2-3 dari Persebaya.

Tak puas dengan hasil tersebut, ribuan Aremania, sebutan pendukung Arema FC, merangsek masuk ke stadion setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Di lapangan para Aremania merusak fasilitas hingga bentrok dengan petugas keamanan. Pihak kepolisian sampai menembakkan gas air mata sehingga menambah kepanikan bagi suporter yang masih berada di dalam stadion.

Akibat kerusuhan ini, ratusan orang meninggal dunia, sebagaimana diungkap dalam konferensi pers terkini.

“Imbas kerusuhan yang terjadi di laga Arema vs Persebaya, total 127 orang meninggal dunia, 2 di antaranya petugas polisi, 34 orang meninggal di stadion, sisanya meninggal di rumah sakit,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam konferensi pers, Minggu (2/10/2022) dini hari WIB.

Sementara itu, Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Irjen Pol. (Purn.) Erwin Tobing menyesalkan adanya kerusuhan ini.

Ia masih menunggu laporan resmi dari pihak PT Liga Indonesia Baru selaku operator. Namun ia juga memperkirakan Arema bisa mendapatkan hukuman berat.

“Setelah mendapat laporan dari PT Liga Indonesia Baru, kami segera menyidangkan kasus ini. Arema bisa jadi dalam sisa pertandingan kompetisi Liga 1 musim ini tidak diperkenankan menjadi tuan rumah. Selain itu sanksi lainnya juga menanti,” ucap Erwin Tobing.(*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB