Artikel

Tradisi Malamang dalam Masyarakat Minangkabau

Dibaca : 257

Oleh : Rido Ilham (Mahasiswa Sastra Minangkabau, Universitas Andalas)

 

Padang, Prokabar — Masyarakat Minangkabau dikenal kaya akan khasanah budaya, ditandai dengan banyaknya tradisi atau kebiasaan-kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Banyak jenis tradisi dalam kehidupan masyarakat Minangkabau seperti balimau, babako, dan masih banyak yang lainnya.

Namun, pada umumnya tradisi-tradisi tersebut perlu dipertanyakan kembali keberadaannya karena perkembangan zaman telah menyebabkan terlupakannya tradisi tersebut karena menganggap tradisi tersebut sesuatu hal yang kuno.

Kalaupun masih ada pada saat sekarang ini, tradisi tersebut telah banyak terjadi perubahan tata cara pelaksanaannya. Namun sejatinya tradisi-tradisi tersebut mengandung unsur dan nilai luhur kehidupan masyarakat Minangkabau yang harus tetap dilestarikan oleh generasi muda Minangkabau sekarang ini.

Salah satu dari sekian banyak tradisi tersebut yaitu Tradisi Malamang. Lamang, makanan yang terbuat dari ketan dan di masak bersana dengan santan kelapa dan dikemas dalam wadah potongan bambu. Disamping makanan randang, ketupat, dan lainnya, lamang juga termasuk makanan khas tradisional Minangkabau.

Makanan lamang ini pada umumnya dapat ditemui di seluruh wilayah Sumatera Barat dan Minangkabau baik itu wilayah darek maupun wilayah rantau.

Lamang ini sangat erat kaitannya dengan peran Syekh Burhanuddin dari Pariaman. Dalam tambo masyarakat Minangkabau, dikisahkan bahwa syekh Burhanuddin suka berkunjung ke rumah-rumah warga untuk bersilaturahmi dan menyiarkan agama islam. Dalam masyarakat Minangkabau, sudah menjadi kebiasaan untuk menjamu para tamu.

Namun saat warga menghidangkan makanan, Syekh Burhanuddin ragu perihal kehalalan hidangan yang disajikan. Kemudian, Syekh Burhanuddin menyarankan kepada warga yang dikunjunginya untuk mencari bambu dan daun pisang muda sebagai alasnya.

Lamang salah satu makanan khas Minangkabau yang tebuat dari beras ketan dengan wadah dari bambu. Jenis atau varian lamang ini cukup banyak, namun yang menonjol dan banyak dibuat oleh masyarakat Minangkabau adalah lamang yang terbuat dari beras ketan atau biasanya masyarakat Minangkabau menyebutnya sipuluik.

Berikut bahan-bahan dan proses pembuatan lamang, walaupun banyak varian namun pada umumnya proses pembuatan lamang ini masih sama. Bahan yang pertama yaitu bambu/talang, sebagai wadah untuk pembuatan lamang ini. Ukuran atau panjang bambu ini disesuaikan dengan kemauan orang yang membuatanya dengan memanfaatkan ruas pada talang ini.

Halaman : 1 2 3

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top