Trending | News | Daerah | Covid-19

Ekonomi

Toreh Sejarah, Harga Bitcoin Tembus Rekor Tertinggi

Dibaca : 215

Jakarta, Prokabar — Fenomena luar biasa terjadi di dunia cryptocurrency. Tepatnya akhir November lalu, harga aset kripto Bitcoin menembus level US$ 19.319. Ledakan ini hampir menyentuh kembali titik tertinggi yang pernah dicapainya pada 17 Deseember 2017 yaitu US$ 20.089.

Kejadian yang tak diduga tentunya jadi kejutan yang luar biasa. Sebelumnya Maret lalu, harga Bitcoin sempat drop hingga ke level US$ 3.600. Pergerakan mengalami lonjakan dua kali lipat pada bulan berikutnya mencapai angka US$ 7.000/Bitcoin.

“Bisa dibayangkan tentunya profit yang dipetik investor jika membeli Bitcoin pada April awal tahun ini, maka investasinya kini telah berlipat 2,5 kali hanya dalam tempo setengah tahun saja,” ujar Pang Xue Kai, co-founder & CEO Tokocrypto dalam siaran persnya.

Menurut Kai (sapaan akrabnya), rally harga Bitcoin ini pun diyakini berbagai pihak di dalam dan luar negeri akan terus berlanjut ke depannya. Sejumlah faktor yang menjadi bahan bakar melesatnya harga Bitcoin pun diungkapkan pria muda tersebut.

Fenomena melejitnya harga Bitcoin juga ternyata diiringi kenaikan harga mata uang kripto lainnya seperti Ethereum (ETH), Ripple (XRP) dan Binance Coin (BNB).

Analis JP Morgan Nikolaos Panigirtzoglou dalam wawancara dengan media ternama asal Inggris The Guardian pada 17 November lalu menyebut, kenaikan harga berbagai aset kripto lainnya tak lepas dari pengaruh krisis akibat pandemi Covid-19.

Krisis kali ini, rupanya memicu pergeseran pola investasi jangka panjang para investor. Krisis ini, ditambah dengan pelemahan harga emas selama empat bulan terakhir dari US$ 2.072 per troy ounce di Agustus 2020 lalu, menjadi US$ 1.800 per troy ounce pada November, telah memicu para investor untuk memasukkan asset kripto dalam portofolio investasi jangka panjang mereka.

“Krisis ini,” kata Nikolaos Panigirtzoglou kepada The Guardian, “telah memicu peninjauan kembali atas nilai Bitcoin sebagai mata uang alternatif, sekaligus sebagai alternatif investasi dari emas,” urainya.

Berbagai faktor di atas tak pelak telah meningkatkan kepercayaan publik terhadap berbagai aset kripto. “Kepercayaan public terhadap Bitcoin pun mulai pulih setelah market crash pada awal 2018,” ujar Kai.

Karena itu, menurut Kai sekarang adalah saat yang paling tepat untuk mulai berinvestasi dan juga terlibat dalam trading aset kripto.

“Kita tentu tidak mau ketinggalan gerbong lagi untuk kesekian kalinya untuk dapat turut memetik keuntungan dari investasi sekaligus perdagangan asset kripto. Kami di Tokocrypto pun terus melakukan peningkatan keamanan sekaligus berbagai fitur di platform kami agar dapat terus menjadi pusat perdagangan asset kripto terpercaya di Indonesia,” tegas Kai. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top