Tingkatakan Ekspor Sumbar, Ini Upaya Pemprov

Penulis -

Senin, 2 Desember 2019 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar-Guna meningkatkan ekspor, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya mendorong pelaku usaha untuk menaikkan volume.

Kepala Dinas Koperasi perindustrian dan Perdagangan, Asben Hendri mengatakan, pihaknya selalu menyampaikan upaya itu pada eksportir.

“Dengan demikian, secara otonatis tentu ekspor komoditi unggulan kita akan naik,” ungkapnya pada Prokabar.com melalui telponnya di Padang, Senin (2/12).

Dalam Laporan Keuangan dan Ekonomi Sumbar periode Agustus, Bank Indonesia memprediksi kinerja ekspor Sumbar memgalami penurunan di triwulan IV 2019.

Hal itu sejalan dengan penurunan panen sawit dan pemangkasan ekspor karet. Apalagi, musim panen setelah panen raya, produksi sawit diperkirakan mengalami penurunan.

Puncak panen raya terjadi mulai triwulan III 2018-triwulan III 2019. Penurunan panen itu secara otomatis bakal berdampak serius pada kinerja ekspo Sumbar.

Karena selama ini CPO dan karet merupakan komoditi penyumbang nilai ekspor terbesar di daerah itu.

Bank Indonesia, mencatat CPO dan karet merupakan komoditas ekspor utama Sumbar. Sepanjang, triwulan III, kontribusi keduanya dalam kinerja ekspor mencapai 66.85 persen.

Kemudian disusul kopi dan teh, 15.30 persen.
Harga CPO yang belum kunjung membaik menjadi penghambat bagi petani meningkatkan produksinya.

Kondisi itu diperparah dengan perlambatan ekonomi negara mitra dagang utama. Di lain sisi, lemahnya permintaan dunia juga berdampak pada permintaan karet alam.

Selain peningkatan mendorong peningkatan volume, lanjutnya, pemerintah provinsi juga gencar melakukan upaya promosi dan mencari pasar-pasar ekspor baru.

“Jadi, kita tidak bisa hanya mengandalkan pasar tradisional semata (negara tujuan yang telah ada,” tutupnya.

Kemudian, memberi informasi pasa pelaku ekspor terkait pasar-pasar potensial. Sebagai contoh, kawasan Asia Selatan seperti India dan Bangladesh.

“Di kedua negara itu potensi kita bagus,” tutupnya. (tds)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB