Ampek Koto, Prokabar.com – Tim Gabungan BPBD Agam melakukan aksi setelah menerima laporan dan surve lapangan ke lokasi Tanah Longsor menutup aliran Sungai Ngarai Sianok, Jorong Pahambek, Nagari Koto Panjang, Kecamatan Ampek Koto, Kamis (18/9). Melakukan ekspedisi pembersihan material pohon dan tanah yang menghambat aliran sungai.
Kalaksa BPBD Agam, melalui Kabid KL Ichwan Wahyudi mengatakan, pihaknya menggunakan peralatan manual seperti menggunakan Shin Saw, Mesin Portabel dan lainnya untuk pembersihan. Setelah melakukan pembersihan material longsor, aliran sungai Ngarai Sianok sudah kembali lancar dan genangan air sudah menyusut.
“Tebing longsor yang membawa pohon dan tanah menutupi aliran sungai Ngarai Sianok menuju Sitingkai dan Palembayan. Sehingga aliran air sungai menggenang dengan kedalaman sekitar 8 meter dan panjang sekitar 250 meter. Hal ini sangat berbahaya jika tidak segera teratasi.” ujarnya.
Tumpukan material longsor berupa pohon kayu dan tanah menutup aliran sungai dapat menjadi air bah atau galodo. Membahayakan masyarakat yang berada sepanjang aliran sungai.
Setelah mendapat laporan dan ke lokasi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan PUTR Kabupaten Agam dan SDABK Provinsi Sumatera Barat. Melakukan aksi pembersihan menggunakan Shin Saw 10 unit, Mesin Portabel 2 Paket, Peralatan Vertical Rescue 1 Set, Cangkul dan Parang.
“Kami yang terlibat hari ini dalam pembersihan material longsor di Sungai Ngarai Sianok ini terdiri dari BPBD Agam, Dinas PUTR, SDABK Sumbar, TNI, Polri Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Nagari, Walijorong, Core Oktarina Lokal Bukittinggi- Agam KSB Balingka, KSB Koto Tuo dan warga,” pungkas Kabid KL BPBD Agam Ichwan Wahyudi. (rud)
















