Pendidikan

Tiga Pakar Kupas Peran Ilmu Budaya bagi Pemajuan Kebudayaan

Dibaca : 152

Padang, Prokabar — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) melanjutkan kuliah umum Posisi dan Peran Fakultas Ilmu Budaya dalam Pemajuan Kebudayaan di Sumatera Barat dan Indonesia.

Dalam rangka Dies Natalis FIB Unand ke-39 FIB, Selasa, (9/3) Tiga pakar dihadirkan Prof. Dr. Mikihiro Moriyama dari Nanzan University, Japan, Prof. Dr. Oman Fathurrahman, M. Hum dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. dan Dr. Pramono, M. Si dari Universitas Andalas. Sementara, pemandu acaranya Drs. M. Yusuf, M. Hum.

Acara dimulai dengan pembukaan Wakil Dekan I FIB Unand Dr. Anatona, M. Hum. Mewakili Dekan FIB Unand Dr. Hasanuddin, M. Si.

“Minangkabau memiliki kekayaan budaya yang begitu banyak dan ini sebagai tanggung jawab kita untuk melestarikan, memelihara, melindungi, sekaligus mewariskan kebudayaan kita. Kita berharap pada akademisi, institusi, budayawan, dan pihak-pihak lain untuk bekerja sama dalam pelestarian budaya kita ini,” ungkap Dr. Anatona, M. Hum.

Dr. Pramono, M. Si selaku seorang filolog, berpendapat peran FIB secara umum sangat penting dalam pelestarian kebudayaan di Indonesia. Dikutip dari data Badan Bahasa dan Kemdikbud, ada 17.000 ribu lebih pulau, 1340 suku bangsa, dan 718 bahasa di Indonesia. Oleh karena itu ungkapnya, peran FIB penting untuk melestarikan Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Indonesia ini.

“Apabila suatu bangsa mengesampingkan kebudayaan serta tidak menghargai warisan nenek moyangnya, maka bangsa itu tidak layak maju,” tegas Dr. Pramono, M. Si.

Pramono melanjutkan, sebanyak 362 WBTb Sumatera Barat yang telah tercatat pada Kemdikbud, namun tidak menutup kemungkinan untuk bertambah lagi. “Inilah peran dari FIB Unand untuk melestarikan, mewariskan, dan melindungi WBTb yang tersebar di Ranah Minangkabau. Tujuannya untuk memperkuat identitas dan kepribadian bangsa. Juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, misalnya dengan memanfaatkan WBTb berupa batik untuk diperjualbelikan, sekaligus bentuk promosi pada masyarakat luas,” ulasnya.

Selain itu lanjutnya, peran FIB dapat memberikan pengetahuan pada masyarakat luas karena sejatinya masyarakat adalah objek dari kebudayaan, dan akademisi mengaitkan teori dengan masyarakat. Hasilnya akan menjadi wawasan bagi masyarakat.

Halaman : 1 2 3

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top