Ternyata Usaha Seperti Ini yang Cocok dengan Kultur Sumbar

Penulis -

Kamis, 12 Desember 2019 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar-Bank Indonesia terus memacu perekonomian Sumatera Barat (Sumbar) melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Wahyu Purnama menyampaikan Sumbar memiliki potensi sumber daya lokal yang sangat besar untuk dikembangkan.

“Mulai dari hasil bumi sampai industri kreatif seperti tenun yang tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota,” ungkapnya pada Prokabar di Padang, Kamis (12/12).

Pengembangan ekonomi lokal mendorong optimalisasi potensi daerah yang melibatkan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

Tahun ini, lanjutnya, pendampingan fokus pada produktivitas melalui pengembangan desain dan pembuatan produk turunan.

Mendampingi Koperasi Produsen Serba Usaha (KPSU) komoditi seperti kopi. Ia dianggap komoditas ekspor potensial di masa datang.

Pengurus, lanjutnya, dilatih membuat data. Pelatihan di Starbuck Farming Support Centre Berastagi dan pencatatan transaksi keuangan.

“Kemudian melakukan penguatan pasar dengan mengikutkan pameran berskala nasional,” terangnya.

Kemudian meningkatkan kapasitas dan dukungan elektronifikasi transaksi, sehingga UMKM di Sumbar semakin maju.

Apalagi, ia dikenal sebagai usaha yang tahan terhadap krisis. Bahkan, penyumbang utama pada PDB saat krisis ekonomi.

Secara terpisah, Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan membangun Sumbar jauh berbeda dengan daerah lain.

Ranah Minang memiliki kekhasan, kelebihan dan kekurangan tersendiri. Tidak semua investasi bisa masuk dan diterima.

Home industri skala UMKM merupakan usaha paling cocok. Sebab, sesuai karakter, kultur dan budaya masyarakatnya.

Industri padat karya akan sulit maju. Sebagai contoh, hanya Semen Padang yang bertahan. Sebab, orang Minang bukan tipikal pekerja.

Ia terlahir sebagi pengusaha. Apalagi posisi Sumbar yang berada di Pantai Barat, sehingga jarang dilalui dan sangat jauh dari pasar.

“Kalau mau besar, ya besar sekalian. Yang padat modal dan padat tekhnologi seperti Semen Padang,” jelasnya. (tds)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB