Internasional

Terkait Penolakan Gojek di Malaysia, Begini Tanggapan Perdana Menteri

Foto : Hdp / Prokabar

Malaysia, Prokabar — Rencana Gojek untuk beroperasi di Malaysia mendapat penolakan dari sejumlah pihak, mulai dari pengusaha hingga politisi. Alasan penolakan pun beragam, dari melanggar norma agama, melecehkan martabat generasi muda Malaysia, hingga persaingan tidak sehat.

Seperti yang disampaikan pendiri MyCar, taksi e-hailing, Mohd Noah Maideen. Menurutnya, selain faktor keamanan dan pelonggaran norma, pengenalan ojek online milik Gojek akan menciptakan persaingan yang tidak sehat di antara perusahaan e-hailing lokal.

“Sebagai perusahaan yang baru beroperasi setengah tahun, tidak disarankan bersaing dengan perusahaan asing yang sudah beroperasi selama lebih dari delapan tahun,” ujarnya seperti dikutip dari The New Straits Times, Senin (26/8).

Sementara itu, meskipun menuai penolakan dari berbagai pihak, namun Kabinet Mahathir dengan suara bulat menyetujui Gojek beroperasi di Malaysia. Rapat kabinet memerintahkan Menteri Perhubungan melakukan kajianterhadap hukum yang ada atau membuat hukum baru untuk mendukung masuknya startup ke layanan ojek online.

Waktu kajian ini selama satu bulan dan akan dilaporkan ke kabinet. Hingga saat ini Gojek masih belum mengajukan izin untuk beroperasi di Malaysia.

“Ini adalah keputusan kolektif kabinet. Ketika kabinet memutuskan dan membuat kebijakan kolektif, semua kementerian harus mengikutinya. Tidak ada putar balik,” ujar Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke dilansir dari CNCB, Senin (26/8).

Anthony Loke menambahkan banyak fitur keselamatan yang akan ditambahkan dalam layanan ojek online dan akan menyelesaikan masalah yang dikeluhkan para pemuka agama atas layanan ini.

“Kami akan membahas semua ini … kami akan mengeluarkan mekanisme yang mengatasi semua masalah ini,” ujar Anthony Loke.

Perdana Menteri Mahathir Muhammad mengatakan ojek online akan bermanfaat bagi masyarakat dan usaha mikro kecil menengah (UKM).

“Sudah ada beberapa layanan transportasi berbasis sepeda motor [di Malaysia], tetapi tidak terorganisir dan UKM tidak mendapat manfaat dari itu,” ujar Mahathir Mohamad seperti dikutip dari The Star Online.

“Gojek jika mereka datang ke sini, mereka juga akan melayani usaha UKM.”

Menanggapi protes masyarakat mengenai keselamatan, Mahathir menyarankan masyarakat untuk menggunakan moda transportasi lain.

“Jika Anda merasa itu tidak aman, jangan gunakan itu. Kami telah memilih dan kami tidak memaksa Anda untuk naik ojek online,” ujar Mahathir seperti dikutip dari Bernama. (*/hdp)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top