Jakarta, Prokabar – SCTV kembali menghadirkan tayangan drama keluarga yang sarat emosi melalui sinetron “Lautan Cinta”. Mengangkat kisah tentang kehilangan, harapan, dan ikatan keluarga yang tak lekang oleh waktu, sinetron ini dibintangi oleh Abidzar Al-Ghifari, Ratu Rafa, Cinta Brian, dan Chantiq Schagerl.
“Lautan Cinta” berawal dari tragedi tsunami Aceh tahun 2004 yang memisahkan sebuah keluarga. Ninik yang diperankan Elma Theana harus kehilangan suaminya sekaligus terpisah dari putra sulungnya, Alva. Bersama putra bungsunya, Aidan (Cinta Brian), Ninik berjuang membangun kembali kehidupannya dari nol sembari menyimpan harapan untuk bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.
Takdir kemudian mengungkap bahwa Alva ternyata selamat dan diadopsi oleh keluarga lain. Trauma masa kecil membuatnya kehilangan ingatan tentang keluarga kandungnya. Identitasnya pun berubah menjadi Satria yang diperankan Abidzar Al-Ghifari.
Belum lama ini, Abidzar Al-Ghifari, Ratu Rafa, Cinta Brian, dan Chantiq Schagerl melakukan wawancara virtual bersama awak media. Dalam kesempatan tersebut, mereka berbagi cerita tentang pengalaman syuting, tantangan mendalami karakter, hingga kebersamaan yang terjalin selama proses produksi.

Abidzar Al-Ghifari mengaku tertantang memerankan Satria yang memiliki latar belakang emosional cukup kompleks.
“Satria adalah karakter yang penuh luka masa lalu. Tantangan terbesar saya adalah bagaimana menghadirkan emosi yang kuat tetapi tetap terasa natural. Banyak adegan yang membuat saya ikut terbawa perasaan,” ujar Abidzar.
Sementara itu, Cinta Brian yang berperan sebagai Aidan mengatakan bahwa cerita keluarga menjadi kekuatan utama sinetron ini.
“Saya suka karena ceritanya dekat dengan kehidupan banyak orang. Hubungan keluarga, kehilangan, dan perjuangan untuk tetap bertahan menjadi pesan yang sangat kuat dalam Lautan Cinta,” kata Cinta Brian.
Ratu Rafa juga mengungkapkan suasana hangat yang tercipta di lokasi syuting membuat proses produksi menjadi lebih menyenangkan.
“Kami seperti keluarga baru. Meski banyak adegan yang menguras emosi, di balik layar suasananya sangat seru dan penuh canda. Itu yang membuat kami semakin kompak,” tutur Ratu Rafa.
Hal senada disampaikan Chantiq Schagerl. Menurutnya, chemistry antar pemain menjadi salah satu faktor yang membuat cerita terasa hidup.
“Semua pemain saling mendukung satu sama lain. Kami banyak berdiskusi tentang karakter sehingga setiap adegan bisa terasa lebih kuat dan menyentuh hati penonton,” ungkap Chantiq Schagerl.
Dengan menghadirkan kisah yang mengaduk emosi, konflik keluarga yang mendalam, serta perjalanan pencarian jati diri yang penuh harapan, “Lautan Cinta” diharapkan mampu menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati pemirsa Indonesia.
Perpaduan akting para pemain muda berbakat bersama jajaran pemain senior menjadikan sinetron ini sebagai salah satu tayangan yang patut dinantikan oleh pecinta drama keluarga di layar kaca. (beb)
















