Tentara Amerika Serikat Lempar Makanan Mengandung Babi ke Warga Afghanistan

Penulis -

Selasa, 31 Agustus 2021 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Afghanistan, Prokabar.com – Pasukan tentara Amerika Serikat (AS) kasih makanan mengandung babi kepada warga Afghanistan yang terlantar dengan cara dilempar.

Peristiswa tersebut diceritakan oleh seorang wanita di Afghanistan yang terlantar setelah berkuasanya Taliban di negaranya.

Usai Taliban berhasil menduduki kota Kabul, berbondong-bondong warga negaranya ingin keluar dari kondisi tersebut, namun mereka terlantar di bandara Hamid Karzai Kabul.

Seorang wanita yang terlantar dan terjebak bersama putri dan suaminya di bandara Kabul menceritakan disana banyak tentara Amerika Serikat yang melakukan penjagaan .

Tentara Amerika Serikat berikan makanan mengandung babi ke warga Afghanistan

BACA JUGA :

Terjadi sebuah kejadian pilu di bandara. Sebab pasukan Amerika Serikat memberikan makanan mengandung daging babi kepada orang-orang terlantar di bandaran.

Padahal kebanyakan orang Afghanistan beragama Islam. Kasihannya, warga Afghanistan itu tak mengerti Bahasa Inggris, sehingga mereka tidak tahu tulisan pada kemasan makanan yang dibagikan Amerika Serikat.

“Memberi makan mengandung babi, dimana secara agama dilarang dan 95 persen warga disini tidak mengerti bahasa Inggris,” ujarnya.

Wanita Afghanistan itu menceritakan lewat instagramnya dalam akun @zf326. Salah satu postingan dalam instagram itu memperlihatkan makanan berupa sosis yang mengandung daging babi.

“Pork sausage patty, maple flavored” tulisan pada kemasan makanan.

BACA JUGA :

Tak hanya memberikan makanan mengandung babi, tentara Amerika Serikat itu memberikan makanan secara tidak sopan. Sebab, makanan itu diberikan dengan cara dilempar.

“Mereka tidak membagikannya kepada kami, mereka melemparkan paket-paket ini kepada kami dari kejauhan,”  tulisan yang dikutip dari Geo TV (02/08).

Wanita juga menceritakan dalam empat terakhir ini bahwa ia dan keluarganya telah tidur diatas batu dan sampah. Kemudian para tentara Amerika Serikat mengarahkan senjata ke arah pengungsi di bandara.

“Kami tidak punya senjata, hanya mencoba keluar,” tulisnya.

Sementara itu, warga Afghanistan yang lainnya juga mencoba melarikan diri dari negaranya karena takut Taliban kembali memberlakukan aturan seperti tahun 90-an.

Tahun 90-an itu para wanita dilarang keras untuk memperoleh pendidikan, melihat TV dan mendengarkan dan mendengarkan radio. Jika melanggar aturan itu maka akan mendapat hukuman potong tangan.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang
Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!
Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall
Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran
New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur
Fakta Gempa Dahsyat Turki dan Suriah: Ribuan tewas, dan Sudah Diperingatkan Peneliti Belanda
Ini tragedi Kemanusiaan, Duka di Kanjuruhan adalah Duka Dunia
Banjir di Korea Selatan, Begini Nasib Para WNI

Berita Terkait

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:26 WIB

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:27 WIB

Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!

Sabtu, 19 April 2025 - 20:56 WIB

Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:04 WIB

New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB