Oleh : Nadia Restu Aufiana (Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas)
Padang, Prokabar — Perubahan yang cepat dalam perkembangan teknologi, mulai dari digitalisasi proses hingga timbulnya model bisnis dan mekanisme kerja yang baru, menyajikan peluang maupun ancaman bagi para praktisi public relations (PR).
Peran dan fungsi seorang PR di dalam suatu organisasi sangatlah penting, PR berada di posisi yang sangat strategis untuk kelancaran kegiatan komunikasi.
Kehadiran profesi dan pendidikan PR semakin dibutuhkan melihat saat ini dinamika public atau masyarakat semakin besar dan berkembang.
Tuntutan, keinginan dan harapan public atau masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan informasi semakin kritis.
Di era internet, khususnya era media sosial, praktisi PR dituntut mampu menjalankan tugas humas online dikenal juga dengan istilah Digital PR, Cyber PR, atau Electronik PR (e-PR).
Kehadiran media online menjadikan tugas praktisi PR dengan tugas pemasaran (marketing) dan tugas layanan pelanggan (customer service) menjadi “berbaur”. Bisa dikatakan, tidak ada sekat antara PR, Pemasaran, dan CS.
Menghadapi tantangan global di era digital seperti sekarang, para profesional Public Relations (PR) dituntut untuk memiliki kemampuan global.
Seorang praktisi PR harus memiliki kemampuan dalam penguasan IT dan media online, juga kemahiran melakukan komunikasi di dunia maya. Praktisi PR harus akrab dengan komunitas online, netizen, user media sosial.
Untuk itu, banyak hal yang harus dipersiapkan melihat semakin pesatnya perkembangan teknologi dan tuntutan bagi praktisi PR dalam sebuah organisasi.
Menurut Collin Coulson-Thomas (2002) beberapa tugas public relations salah satunya dapat mengevaluasi kekuatan dan kelemahan perusahaan/organisasi, baik perusahaan sendiri maupun perusahaan saingan, juga ancaman dan peluangnya.
Sehingga dapat mendiagnosis masalah-masalah yang bisa dipecahkan melalui saran-saran publik relations, juga mengidentifikasi masyarakat yang dituju dan saluran-saluran yang paling efektif digunakan untuk menjangkau mereka.
Dari pendapat tersebut, tampak bahwa tugas public relations tidak mudah dan butuh skill untuk itu. Terlebih saat menjalin hubungan dengan publik sangatlah diperlukan oleh praktisi public relations ketika menjalankan tugas-tugasnya. Agar dapat menghadapi tantangan PR saat ini dan juga dimasa depan. (***)
















