Tak Sekedar Tradisi, Pacu Jawi Juga Dikenal Dunia

Penulis -

Minggu, 24 Maret 2019 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Pacu Jawi merupakan Alek Anak Nagari Kabupaten Tanah Datar yang berdasarkan sejarahnya dilaksanakan setiap usai panen padi. Namun saat ini, pacu jawi tidak lagi sekedar tradisi, melainkan telah menjadi tujuan wisatawan dari mancanegara.

Alek pacu jawi di Tanah Datar digelar di empat kecamatan yakni kecamatan Pariangan, Rambatan, Lima Kaum dan Sungai Tarab.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Zuldafri Darma pada pembukaan Alek Pacu Jawi di Sawah Payo Nagari Parambahan, Lima Kaum.

“Pacu jawi adalah iven anak nagari kita dan saat ini sudah mendunia, ini terbukti dengan banyaknya para pencinta fotography dalam dan luar negeri yang datang untuk mengabadikan momen-momen menarik dalam balapan sapi di atas lumpur sawah tersebut, jadi mari kita dukung bersama-sama”, katanya.

Pada kesempatan tersebut Wabup juga sampaikan nilai luhur juga terkandung  didalamnya selain meningkatkan silaturahim, pacu jawi juga mengenalkan adat dan budaya sebagai contoh membawa makanan dengan talam/jamba.

“Ivent ini sangat bermanfaat, selain meningkatkan harga sapi hingga mencapai Rp50 juta per ekor, pacu jawi juga menggerakan perekonomian masyarakat di sekitarnya, karena banyaknya masyarakat yang berjualan aneka makanan, minuman dan lainnya,” ucapnya.

Selain itu Zuldafri juga ucapkan selamat datang kepada wisatawan domestik dan mancanegara yang telah mengagendakan untuk menyaksikan alek pacu jawi.

Sebelumnya, Walinagari Parambahan  menyampaikan ucapan terimakasih kepada  panitia dan masyarakat yang sudah menyukseskan kegiatan pacu jawi ini. Ia berharap kegiatan ini kedepan akan terus berlanjut sebagai tradisi yang telah turun temurun dari dulunya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB