Pesisir Selatan, Prokabar – Selama satu pekan pencarian terhadap 11 orang nelayan asal Airhaji, Kecamatan Linggosari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, yang ditelan ombak sejak Rabu 29 Januari 2020.
Nelayan tersebut hingga Rabu 5 Februari 2020 belum juga kunjung ditemukan, akhirnya pencarian tersebut terpaksa dihentikan oleh tim gabungan, karena sudah melampaui Standar Operasional (SOP).
Kasi Kedaruratan, BPBD Pesisir Selatan, Hasnul Karim mengatakan, pencarian dihentikan, setelah tujuh hari pencarian. Sebab, sesuai SOP batas pencarian tim hanya sampai 7 hari.
“Karena belum membuahkan hasil, tim gabungan terpaksa menghentikan pencarian secara resmi,” ujarnya para wartawan di Painan.
Ia menjelaskan, selama satu pekan pencarian, pihaknya mengaku sudah melakukan upaya dengan maksimal. Melakukan pencarian dengan cara pengisian pantai mendeteksi keberadaan korban dengan alat serba canggih.
“Dan kita juga sudah melakukan penyisiran disetiap pulau yang ada dekat Airhaji. Namun, hasilnya tetap nihil,” jelasnya.
Keluarga korban agar bisa tabah dan bersabar terkait hasil pencarian yang telah dilakukan. Karena, memang selama pencarian dilakukan, tim tidak melihat tanda-tanda keberadaan semua korban.
“Upaya yang maksimal sudah kita lakukan, tetapi Tuhan Yang Maha Kuasa belum memberikan petunjuk. Jadi kita harap, keluarga tabah dan sabar dan mudahan ada kabar setelah ini,” harapnya.
Ia menambahkan, operasional pencarian ini menggunakan kapal RIB 02 Padang, KN Yudhistira, RIB 02 Mentawai. Tim gabunganpun juga telah mengerahkan helikopter untuk pencarian korban. Dua hari helikopter diturunkan, namun, tidak juga membuahkan hasil, tutupnya,(min)
















