Tahun Baru, Resolusi Baru, Masa Depan Baru

Penulis -

Senin, 1 Januari 2018 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Ini sudah 2018, tak ada matahari menyambut, sejak malam Sumbar dilanda mendung dan hujan saja. 

2018, resolusi disebutkan tatkala kembang api membelah malam. Ada yang hanya membilang dalam hati, menulis di pesan WA, atau berbisik di telinga kekasih, sambil tangan menggenggam erat. Resolusi dan doa itu tentu kita sendiri yang tahu. Karena jalan itu kita yang akan menempuh. 

Serangkai mimpi dilukis, berharap 2018 adalah tahun kita. Tahun dimana nasib berpihak pada kita. Berdoa, ini adalah tahun terbaik dalam hidup kita. Tapi apa itu mungkin? Mengingat perjalanan dan perjuangan yang sudah kita lalui? Lagi lagi, ini kita sendiri yang bisa menjawab.

Benih resolusi sudah disemai. Tinggal dirawat dan dipupuk, sehingga resolusi itu tidak hanya sekedar angan-angan. 

Lalu bagaimana dengan kehidupan sosial kita. Ini yang cukup berat. 2018 dianggap adalah tahun politik. Polarisasi masyarakat yang sudah tertanam diprediksi masih menguat. Dukung mendukung, kritik mengkritik akan mewabah lagi. Media sosial jadi ladang ujaran ketidaksukaan. “siap siap kita akan kembali kehilangan sahabat, gara gara pandangan politik, yang berbeda”  tulis salah satu netizen di media sosialnya. 

Perebutan kekuasaan di negeri ini, mulai salah arah. Perbedaan dipertajam, sehingga memunculkan kebencian. Parahnya semuanya dikonsumsi oleh publik di media sosial. Apapun bisa dibungkus, menjadi senjata untuk membunuh lawan politik. Tidak peduli apakah itu hoax, atau informasi lama yang digoreng kembali. 

Indonesia terjebak dengan polarisasi yang tidak produktif ini. Memang benar, agama berada diatas segalanya, tapi agama juga mengajarkan tentang arti perdamaian dan kasih sayang. Apakah kita beragama hanya sekedar untuk membenci? Kita sendiri yang bisa menjawab. 

Ekonomi

Memandang jalan raya yang penuh sesak oleh kendaraan atau pasar tradisional yang penuh sesak, terasa sekali betapa kita anak bangsa, sedang bergulat dan memacu roda kehidupan untuk sepotong masa depan. 

Untuk pasangan, anak, istri, adik dan untuk orang tua.

Anak bangsa, berebut kue pekerjaan, membawa map kemana-mana. Yang bekerja gamang, mana tahu kena PHK. Negara ini menyimpan uangnya entah dimana.

Di tengah ekonomi yang sedang lelah, kita dijebak oleh semangat liberalisme, pluralisme yang seharusnya pluralistik yaitu berbeda tapi bersatu dalam kebangsaan. 

Bangsa ini yang sepanjang sayap malaikat direkat oleh kesamaan nasib.

Awalnya seperti itu, tapi kemudian nasib berjalan sendiri-sendiri dan pada pentas awal tahun ini tampil berbeda. 

Karena itu kita memerlukan pemerintah yang kuat bukan tangan besi. Pemerintah yang bisa mengurai tumpukan masalah di keranjang anak bangsa

Ini 2018, masa depan dimulai dari hari ini, tahun ini. Kita yang merencanakan masa depan. Masa depan sendiri dan masa depan negara.

“Kalau kau sibuk bertikai saja, kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian?
Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja, kapan kau akan menyadari sia-sianya?” 

Begitu penggalan kata KH Mustofa Bisri dalam puisi “Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat”.

“Tuhan, Kami sangat sibuk” Tulis Gus Mus dalam puisi lain.

Selamat Tahun Baru 2018 dan selamat menyambut masa depan baru (prokabar.com)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB