Aliran Sungai di Lembah Ngarai Sianok meluap dan mengakibatkan banjir dan masuk ke pemukiman warga, Sabtu siang (1/06/2024). Sebelumnya curah hujan yang cukup tinggi membuat air sungai besar dan melimpah ke pemukiman rumah makan, dan bangunan rumah warga di daerah Kayu Kubu, Kota Bukittinggi tersebut.
Kejadian itu merupakan ketiga kalinya, Air sungai Lembah Ngarai Sianok meluap dan masuk ke pemukiman rumah warga. Sebanyak 8 unit rumah permanen, 7 unit warung dan 1 unit mushalla dengan jumlah penduduk sekitar 40 jiwa terendam banjir. Bahkan sejumlah warung nasi mengalami kerusakan cukup parah.

Ketinggian banjir dari luapan air Ngarai Sianok itu dari 30 cm hingga mencapai 80 cm. Luap air ini terjadi karena naiknya elevasi dasar atau terjadinya pendangkalan sungai. Hal ini akibat tebing Ngarai Sianok di sepanjang aliran sungai sering longsor.
Akibat banjir ini sejumlah peralatan rumah tangga warga basah dan rusak, sebagain warga terlihat memasang karung pasir sebagai tanggul pengaman di depan rumah mereka. Sebelum terjadi banjir lokasi merupakan tempat wisata favorit di Lembah Ngarai Sianok.

Ibu Nana beserta dua orang warga sekaligus korban banjir mengatakan, kejadian telah berlangsung sejak satu bulan lalu. Ia sempat mengungsi pertama kejadian pada 1 Mei 2024 lalu.
“Sore ini Sungai Sianok kembali meluap dan menggenangi rumah kami. Dan kami berharap kepada pemerintah segera membantu pengerukan sungai guna memperlancar aliran air Sungai.” tutup Nana. (rud)
















