Artikel

Sulap Pustu Jadi PAUD, Semangat Warga Taratak Bikin Haru

Dibaca : 744

Limapuluh Kota, Prokabar –
Khawatir bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) di kampungnya akan rubuh lantaran tidak ada bidan desa, ratusan warga Taratak,Situjuah Tungka, Situjuah Limo Nagari, sejak dua bulan lalu, menyulap aset Pemkab itu menjadi PAUD.

Ya, bermodal semangat pendidikan yang kuat ini pula, warga bahu membahu merenovasi bekas Pustu Taratak, menjadi tempat bermain dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Punya sekolah khusus anak, masyarakat riangnya tak tanggung.

Hampir dua bulan berdiri, PAUD yang diberi nama Mutiara Ilmu itu kini memiliki anak didik sedikitnya 32 orang.
“Setiap seminggu sekali, anak laki-laki tidur di PAUD ini. Belajar mengaji dan paginya ikut didikan subuh,” kata Syafrilman, pimpinan PAUD Mutiara Ilmu, Taratak.

Hal tersebut diungkapkan Syafrilman dan Ketua PAUD Ondriwadi , Kamis (18/3/2018), saat bekas bangunan Pustu yang disulap warga menjadi PAUD itu dikunjungi Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dan Kadis Pendidikan Kebudayaan Indrawati Munir.

Memiliki murid yang berjumlah banyak, jangan dikira, PAUD Mutiara Ilmu ini jadi jaminan kesejahteraan guru gurunya. “Kita punya tiga guru perempuan, itu tak ada gaji. Mereka lillahi ta’allah,” sambung Syafrilman.

Saking cintanya dengan PAUD yang bangunannya belum memiliki alat peraga dan penunjang permainan tersebut, satu dari tiga guru perempuan PAUD Mutiara Ilmu, memilih berhenti mengajar di salah satu PAUD swasta di Kota Payakumbuh. Padahal di sana bergaji. Di Taratak tidak.

“Jadi, alasannya, karena senang ada PAUD di kampung halaman sendiri. Biar tak ada gaji, tak soal,” sambung Syafrilman. Mendengar itu, bupati Irfendi termenung cukup lama. Matanya berkaca-kaca. Haru.

Hal yang sama juga terlihat dari wajah Indrawati Munir. Mantan pengawas pendidikan untuk Kecamatan Situjuah Limo Nagari yang belakangan diamanahkan menjadi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan itu, mengaku senang atas semangat anak nagari dan warga Jorong Taratak.

“Saya rasa, kekuatan dan semangat menuntut ilmu anak anak Taratak ini, tak akan terwujud, jika saja orangtuanya tidak mendukung. Artinya, kekompakan ini tumbuh dari akar rumput. Salah jika kita sia-siakan,” urai Indrawati Munir.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top