Limapuluh Kota, Prokabar –
Khawatir bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) di kampungnya akan rubuh lantaran tidak ada bidan desa, ratusan warga Taratak,Situjuah Tungka, Situjuah Limo Nagari, sejak dua bulan lalu, menyulap aset Pemkab itu menjadi PAUD.
Ya, bermodal semangat pendidikan yang kuat ini pula, warga bahu membahu merenovasi bekas Pustu Taratak, menjadi tempat bermain dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Punya sekolah khusus anak, masyarakat riangnya tak tanggung.
Hampir dua bulan berdiri, PAUD yang diberi nama Mutiara Ilmu itu kini memiliki anak didik sedikitnya 32 orang.
“Setiap seminggu sekali, anak laki-laki tidur di PAUD ini. Belajar mengaji dan paginya ikut didikan subuh,” kata Syafrilman, pimpinan PAUD Mutiara Ilmu, Taratak.
Hal tersebut diungkapkan Syafrilman dan Ketua PAUD Ondriwadi , Kamis (18/3/2018), saat bekas bangunan Pustu yang disulap warga menjadi PAUD itu dikunjungi Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dan Kadis Pendidikan Kebudayaan Indrawati Munir.
Memiliki murid yang berjumlah banyak, jangan dikira, PAUD Mutiara Ilmu ini jadi jaminan kesejahteraan guru gurunya. “Kita punya tiga guru perempuan, itu tak ada gaji. Mereka lillahi ta’allah,” sambung Syafrilman.
Saking cintanya dengan PAUD yang bangunannya belum memiliki alat peraga dan penunjang permainan tersebut, satu dari tiga guru perempuan PAUD Mutiara Ilmu, memilih berhenti mengajar di salah satu PAUD swasta di Kota Payakumbuh. Padahal di sana bergaji. Di Taratak tidak.
“Jadi, alasannya, karena senang ada PAUD di kampung halaman sendiri. Biar tak ada gaji, tak soal,” sambung Syafrilman. Mendengar itu, bupati Irfendi termenung cukup lama. Matanya berkaca-kaca. Haru.
Hal yang sama juga terlihat dari wajah Indrawati Munir. Mantan pengawas pendidikan untuk Kecamatan Situjuah Limo Nagari yang belakangan diamanahkan menjadi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan itu, mengaku senang atas semangat anak nagari dan warga Jorong Taratak.
“Saya rasa, kekuatan dan semangat menuntut ilmu anak anak Taratak ini, tak akan terwujud, jika saja orangtuanya tidak mendukung. Artinya, kekompakan ini tumbuh dari akar rumput. Salah jika kita sia-siakan,” urai Indrawati Munir.
Makanya kata Indrawati, ke depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Limapuluh Kota akan mendorong pembangunan PAUD Mutiara Ilmu secara permanen. “Kita coba masukan di anggaran perubahan,” sebut Indrawati.
Bupati dalam sambutannya juga berharap, nantinya, PAUD Mutiara Ilmu memiliki bangunan permanen. “Bisa pakai APBD, Dana Csr atau Dana Desa. Tapi, pastikan dulu, lahannya sudah bebas atau bagaimana,” aku Irfendi Arbi.
Dia meminta nagari, untuk memanfaatkan dana desa dalam pembangunan sektor pendidikan. “Sehingga tidak terjebak terus dengan program infrastruktur. Itu semangat dana desa, ada ekonomi kerakyatan dan pendidikan,” urai Bupati sembari meninggalkan bantuan di Taratak.
Tokoh masyarakat Taratak Yusrizal Dt Pado dan Kepala Jorong Irwandi Dt Panggulu Bosa juga bermohon kepada pimpinan perbankan, termasuk pimpinan BRI Payakumbuh yang hadir di Taratak, menyisihkan CSR untuk PAUD Mutiara Ilmu.
Untuk lahan yang akan dibangun, kata Syahrul Isman, Pjs Wanag Tungka, sudah aman. “Kalau belum ada anggaran pembangunan permanen, bisa dibangun dengan konsep alami. Dari bambu dan pohon kelapa. Kita gerakan swadaya, gotongroyong,” kata Syahrul Isman yang juga Kasi Pemerintahan di Kantor Camat Situjuah Limo Nagari itu.
Ketua Bamus Situjuah Tungka Muhammad Bayu Vesky mengaku optimis, dengan menggerakan swadaya masyarakat, gotong royong, maka pembangunan PAUD dengan konsep alami segera terealisasi.
“Harapan kita, Pemkab tetap mengalokasikan anggaran pembangunan PAUD ini di perubahan 2018. Tadi, kepada pimpinan BRI Payakumbuh, kami juga sudah sampaikan langsung, agar memperuntunkan CSR nya. Kita lengkapi dulu administrasi. Mohon do’a,” kata Ketua Bamus.
Saat berkunjung ke Taratak, Situjuah Tungka, rombongan Bupati Irfendi dan 7 pimpinan OPD, Muspikda serta tokoh masyarakat, disambut hangat oleh murid dan walimurid PAUD Mutiara Ilmu.
Irfendi juga dijamu dengan makanan khas Situjuah berupa ubi rebus, kawa daun, kacang rebus serta makanan lokal lainnya. Terlihat naik mobil dinas BA 1 C bersama bupati selepas kunjungan ke Taratak, SY Dt Majo nan Tagantuang, Ketua Pengurus Masjid Nurul Iman Sawah Laweh. (VBM)
















