Peristiwa

Sudah 16 Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Mina

Mekkah, Prokabar — Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Mina dalam prosesi mabit dan lontar jumrah bertambah menjadi 16 orang. Kebanyakan yang wafat adalah jemaah usia tua yang menderita penyakit bawaan.

Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Mina Akhmad Jauhari mengatakan jumlah wafat itu tercatat selama tiga hari hingga Senin (12/08).

“Periode Mina tercatat 16 jemaah meninggal dunia selama prosesi Mina,” kata Jauhari dilansir dari Media Center Haji (MCH).

Sehari sebelumnya, jumlah jemaah yang wafat enam orang. Pada hari Senin ini saja, menurut data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kemenag (Siskohat) delapan orang meninggal dunia.

Jauhari juga mengatakan, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mina juga merawat jemaah yang sakit. Saat ini, jemaah yang mendapat perawatan di KKHI hanya 10 orang karena kebanyakan dievakuasi ke KKHI Mekkah atau rumah sakit Arab Saudi.

“Prosesnya ketika jemaah itu sangat ngedrop langsung dievakuasi ke KKHI Mekkah maupun Rumah Sakit Arab Saudi untuk stabilisasi jemaah,” kata Jauhari.

Jauhari mengatakan, jumlah jemaah yang wafat saat ini lebih sedikit dibanding periode yang sama tahun lalu. Menurut data tim medis KKHI, pada periode mina 2018, 25 jemaah wafat.

Jemaah yang wafat kebanyakan telah berusia lanjut antara 60 hingga 90 tahun. Menurut Dr. Nafi Mahfudz penghubung kesehatan KKHI, mereka yang wafat kebanyakan menderita penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung atau infeksi saluran pernafasan.

“Berbagai penyakit ini dipicu oleh dehidrasi atau heatstroke,” kata Nafi.

Prosesi mabit dan lempar jumrah di Mina adalah salah satu tahapan terberat ibadah haji. Jemaah harus berjalan paling tidak 5 kilometer pulang pergi dari maktab ke jamarat. Untuk itu, jemaah lansia diimbau untuk dibadalkan saja. (*/hdp)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top