Olah Raga

Sudah 10 Kali Digelar, TdS kian Hambar?

Payakumbuh,Prokabar – Ivent Tour de Singkarak (TdS), sudah kali yang ke 10 digelar tahun ini.

Wujudnya begitu ke begitu saja. Selain menyumbat badan jalan hingga berjam-jam, semakin ke ujung, penonton TdS malah kian berkurang. Seremonial semata?

Pantauan Prokabar di Limapuluh Kota dan Payakumbuh sepanjang Kamis dan Jum’at (9/11), start dan finish TdS etape V dan etape VI tahun ini, tidak gegap gempita benar di mata warga.

Apalagi, beberapa insiden kerap mewarna pelaksanaan TdS tahun ini. Banyak pihak meminta, Kemenpar mengevaluasi kegiatan ini. Begitu juga Pemprov Sumbar.

“Sudah kali yang ke-10 dilaksanakan, TdS masih seperti ini saja. Jalan disumbat kemana-mana. Lihatlah, sudah lengang, malas orang menonton,” kata warga di Payakumbuh Selatan.

Di Jalan Ahmad Yani Payakumbuh, Jum’at siang, tidak banyak yang menonton rombongan pembalap sepeda tiba. Yang berada di pinggir jalan, kebanyakan karyawan toko dan mereka yang terjebak penyumbatan jalan.

Naldi, karyawan toko perabot menyebut, dibandingkan tahun lalu, TdS tahuh ini malah terasa biasa-biasa saja. Menurut sejumlah penggiat wisata, TdS ke depan mestinya melewati ruas ruas jalan baru. Tidak itu ke itu saja.

Di tengah-tengah sinisme publik terhadap pelaksanaan TdS yang terkesan menghamburkan uang, Gubernur Irwan Prayitno saat berada di Limapuluh Kota dalam start TdS etape V malah optimis, ivent ini tetap menjadi magnet pengembangan wisata.

Sementara itu, keriuhan pelaksanaan TdS dinilai sejumlah pihak, belum mengakar. Buktinya, TdS meriah oleh ASN semata. (vbm)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top