Trending | News | Daerah | Covid-19

Peristiwa

Sriwijaya Air SJ 182 Menambah Panjang Daftar Kecelakaan Pesawat Komersial di Indonesia

Dibaca : 833

Jakarta, prokabar – Hilang kontaknya pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1/2021) yang diduga mengalami kecelakaan menambah daftar panjang pesawat komersial di Indonesia yang mengalami nasib nahas. Pesawat diduga hilang kontak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Dari data yang ada, salah satu penyebab terbesar kecelakaan  yakni faktor usia pesawat yang sudah uzur. Pesawat yang sudah uzur ini diibaratkan seperti peti mati terbang. Dengan kondisi seperti itu seharusnya tidak diterbangkan agar tidak ada lagi kecelakaan yang korban jiwa.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, sudah ada 27 kecelakaan pesawat komersil yang terjadi di Tanah Air sejak tahun 1987.

Berikut Daftarnya:

1987
4 April: Garuda Indonesia Penerbangan 035 jurusan Banda Aceh – Medan kecelakaan saat mendarat di Bandar Udara Polonia. 23 penumpang tewas dan 22 penumpang lainnya selamat.

1992
24 Juli: Mandala Airlines Penerbangan 660 menabrak Bukit Inahau saat akan mendarat di Bandara Pattimura, Ambon. Seluruh 70 penumpang dan awak pesawat tewas.

18 Oktober: Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 5601 jurusan Semarang – Bandung jatuh di Gunung Papandayan. Seluruh 31 penumpang dan awak pesawat tewas.

1994
10 November: Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 422 terperosok ke dalam parit karena kehabisan landasan di Bandar Udara Internasional Achmad Yani, Semarang, menyebabkan badan pesawat patah tiga. Tidak ada yang tewas dalam kecelakaan itu, namun pesawat itu langsung diistirahatkan.

1995
10 Januari: Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 6715 jurusan Bima – Ruteng jatuh di dekat pulau Flores. Seluruh 10 penumpang dan 4 awak pesawat tewas.

1996
13 Juni: Garuda Indonesia Penerbangan 865 dengan rute dari Fukuoka, Jepang menuju Jakarta. Ketika hendak lepas landas, pesawat meluncur keluar ujung landasan, mengakibatkan pesawat meledak dan terbakar, menewaskan 3 dari 275 penumpang seketika.

1997
20 April: Merpati Air MZ 106 jurusan Jakarta – Tanjungpandan jatuh di desa Bulutumbang, kecamatan Tanjungpandan, kabupaten Belitung. 15 orang tewas dari total 48 penumpang.

26 September: Garuda Indonesia Penerbangan 152 jurusan Jakarta – Medan jatuh di desa Buah Nabar, dekat Medan, Sumatera Utara. Seluruh 234 penumpang dan awak pesawat tewas. Kecelakaan ini menjadi kecelakaan pesawat terparah dengan jumlah korban jiwa terbanyak di Indonesia hingga saat ini.

19 Desember: SilkAir Penerbangan 185 jurusan Jakarta – Singapura jatuh di Sungai Musi, Palembang. Seluruh 104 penumpang dan awak pesawat tewas.

2002
14 Januari: Lion Air Penerbangan 386 gagal mengudara dan terjerembab setelah lepas landas di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. Saat itu pesawat sedang menuju Batam. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun tujuh orang penumpangnya luka-luka dan patah tulang.

16 Januari: Garuda Indonesia Penerbangan 421 jurusan Mataram – Yogyakarta mendarat darurat di Bengawan Solo. Seorang pramugari tewas, 59 orang selamat.

2004
30 November: Lion Air Penerbangan 538 jurusan Jakarta – Surakarta tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Adisumarmo. 26 penumpang tewas dan 142 penumpang luka-luka.

2005
September: Pesawat Boeing 737-200 Mandala Airlines Penerbangan RI 091 gagal take off dari Bandara Polonia Medan dalam penerbangan menuju Jakarta, lalu menerobos pagar bandara dan menabrak perumahan penduduk dan masyarakat di Jl. Jamin Ginting Medan. Dari 117 orang penumpang dan awak, hanya 17 yang selamat. Korban dari masyarakat di darat, 41 orang dinyatakan tewas.

2007
1 Januari: Adam Air Penerbangan 574 jurusan Surabaya – Manado jatuh di Selat Makassar di kedalaman lebih dari 2.000 meter. Seluruh 102 penumpang dan awak pesawat tewas.

21 Februari: Adam Air Penerbangan 172 yang menerbangi jalur Jakarta- Surabaya melakukan pendaratan keras di Bandara Juanda, mengakibatkan bagian tengah pesawat patah. Tidak ada korban tewas dalam insiden ini.

7 Maret: Garuda Indonesia Penerbangan 200 jurusan Jakarta – Yogyakarta tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Adisucipto. 22 penumpang tewas dan 118 penumpang selamat.

2008
27 Agustus: Sriwijaya Air Penerbangan 62 dengan rute Jakarta – Jambi tergelincir di Bandar Udara Sultan Thaha dan menabrak 3 warga. Tidak ada korban, namun 13 penumpang mengalami luka-luka.

2009
17 April: Mimika Air Penerbangan 514 dengan rute dari Mulia menuju Ilaga jatuh di Gunung Gergaji, Papua. Sepuluh orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

2 Agustus: Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 9760 jurusan Jayapura – Oksibil menabrak gunung. Seluruh 15 penumpang dan awak pesawat tewas.

2010
13 April: Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 836 jurusan Sorong – Manokwari tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Rendani. Seluruh 109 penumpang dan awak pesawat selamat. Sebanyak 44 penumpang mengalami luka-luka.

2011
7 Mei: Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 8968 jatuh di perairan dekat Bandar Udara Utarom, Kaimana, Papua Barat. Seluruh 25 penumpang dan awak pesawat tewas.

29 September: Nusantara Buana Air Penerbangan 823 jatuh di Langkat, Sumatera Utara. Seluruh 18 penumpang dan awak pesawat tewas.

2013
13 April: Lion Air Penerbangan 904 tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Ngurah Rai, Bali. Seluruh 108 penumpang dan awak pesawat selamat. Sebanyak 45 orang mengalami luka-luka.

10 Juni: Merpati Nusantara Airlines Penerbangan 6517 dengan rute dari Bandar Udara Soa di Bajawa menuju Bandar Udara El Tari di Kupang mengalami hard landing saat mendarat di Kupang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun 20 orang mengalami luka ringan.

2014
28 Desember: Kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 terbang dari Surabaya menuju Singapura pada 28 Desember 2014 yang membawa 162 orang. Pada 30 Desember 2014, puing-puing pesawat ini telah ditemukan mengapung di Laut Jawa. Tubuh manusia juga ditemukan bersamaan dengan penemuan puing pesawat yang berjumlah 162 orang dinyatakan tewas.

Pada 1 Desember 2015, Komite Nasional Keselamatan Transportasi akhirnya mengumumkan hasil akhir investigasi, yang menyatakan bahwa bagian rudder-travel-limiter pada bagian ekor pesawat mengalami kerusakan, dan kemudian ditanggapi oleh pilot dengan kesalahan yang fatal. Miskomunikasi antar pilot dan kopilot yang berlanjut akhirnya menyebabkan pesawat terjatuh.

2017
3 Agustus: Insiden tabrakan sayap antara pesawat Wings Air dan pesawat Lion Air terjadi di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara. Akibat kecelakaan tersebut, sayap dari kedua pesawat mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Selain itu, setelah kejadian tersebut, bandara sempat ditutup dan mengalami penundaan jadwal penerbangan sekitar 20 menit.

*)dari berbagai sumber


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top