Slankops ‘Jurus Tandur’, Koperasi Slank Berbasis Penggemar

Penulis -

Rabu, 20 Juli 2022 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – “Slank nggak ada matinya” jargon grup band legendaris Slank disebut Menteri Teten Masduki saat peresmian Slankops di Basecamp Slank, Jalan Potlot 3, Jakarta Selatan.

Menteri Koperasi dan UKM ini menyebut apa yang dilakukan Slank mensejahterakan penggemarnya (Slankers) melalui koperasi jadi pioneer.

“Ini koperasi pertama yang berbasis komunitas fans club,” tutur Teten Masduki yang berharap musisi lain juga bisa mengikuti jejak Slank.

“Ya Slank nggak ada matinya, idenya banyak. Slank ini juga pro perubahan sosial. Jadi ini betul-betul band rock and roll yang memikirkan kesejahteraan fansnya dalam bentuk koperasi gitu,” tambah Teten Masduki memuji.

Tak hanya dari Kementerian Koperasi dan UKM, hadirnya Slankops juga diapresiasi Kementerian BUMN. Senada dengan Teten Masduki, Erick Thohir selaku Menteri BUMN melihat langkah Slank bisa memicu musisi lain untuk mengambil gerakan serupa.

“Slank ini ikonik. Tidak hanya di kancah musik Nasional, tetapi tidak banyak yang namanya grup band yang konsisten,” ucap Erick Thohir.

Ketua Pengurus Koperasi Slankops Bimo Setiawan Almachzumi (Bim Bim) menceritakan ide awal pembentukan Slankops sudah ada sejak awal 2020, namun lantaran pandemi COVID-19 membuat ide konsep Slankops tertunda dan baru resmi diluncurkan pada Selasa (19/7).

Slankops ini terdiri dari beberapa unit usaha seperti Warslank, Slanklin, Slankmart, SlankStyle, Slank, Kopi Potlot, dan SlankShop.

“Sejalan dengan lagu Slank soal solidaritas, dan lingkungan. Bagaimana memberdayakan penggemar kami yang tersebar dari Sabang-Merauke mandiri secara ekonomi. Dan menumbuhkan jiwa wirausaha kepada anggota koperasi Slankops,” katanya.

Bersama SLANKOPS diharapkan slankers dan anak muda umumnya dapat belajar Bersama hingga menjadi wirausaha yang mandiri dan tangguh.

Image seorang penggemar band yang negatif seperti tidak mau di atur, slengean, urakan, pemabuk, pecandu narkoba, dan cap negatif lainnya, pelan tapi pasti dapat dihilangkan dan berganti image positif, yakni penggemar band yang kreatif dan penuh prestasi. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB