Jakarta, Prokabar – Nama Hening Paradigma tak asing lagi di dunia paralayang. Pria asal Semarang, Jawa Tengah ini telah mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas di Asian Games beberapa waktu lalu.
Siapa sangka dibalik prestasi yang membanggakan, ia juga seorang pengusaha sukses. Pria yang akrab disapa Digma ini tak sengaja terjun di dunia bisnis. Berbeda dengan bisnis kebanyakan, Digma jadi pengusaha cireng (jajanan khas Jawa Barat yang terbuat dari tepung kanji).

Digma berkisah ketika sedang mengikuti lomba paralayang di daerah Sumedang, Jawa Barat, ia tertarik dengan jajanan cireng. “Saya baru melihat dan merasakan sensasi jajanan khas Sumedang, namanya cireng. Saat itu pemilik kontrakan yang jualan, saya beli terus karena rasanya enak dan bentuknya unik,” kenang Digma ketika ditemui Prokabar.com belum lama ini.
Rupanya panganan yang disukai Digma saat itu tak lagi dijual karena faktor modal. Yakin dengan citarasa cireng ini, Digma membantu si penjual cireng mengembangkan usahanya.

“Saya ikut bantu modal dan membenahi manajemen keuangannya. Sampai sekarang cireng Margarasa masih tetap jadi primadona di Sumedang. Ditambah lagi ada fasilitas antar online,” bangga Digma.
Modal yang didapat dari kejuaraan paralayang ini dipakai Digma mengembangkan usahanya. Kini pria kelahiran 24 Juni 1986 ini sudah punya puluhan karyawan.
Tak hanya berjualan cireng saja, Digma merambah kuliner lainnya. Putra bungsu dari dua bersaudara pasangan Joko Bisowarno dan Nining ini jualan brownies di Bogor, Jawa Barat.

“Jadi brownies meleleh itu, ‘fresh di oven’ begitu beli, dimasak dan langsung makan di tempat, makanya meleleh,” jelas Digma yang berjualan di daerah rumahnya di Mulyaharya, Bogor Selatan, Kota Bogor. (beb)
















