Jakarta, Prokabar – Kripto atau aset digital sekarang ini jadi pilihan anak muda sebagai instrumen investasi mereka. Berbagai kemudahan dan tentunya keuntungan berlipat jadi alasan bagi mereka berinvestasi secara digital.
Melihat peluang dari ragam aset digital yang ditawarkan, banyak juga diantara mereka yang terjerumus investasi bodong. Inilah yang menjadi bahan pertimbangan Plastic Finance dan Tokocrypto untuk mengedukasi anak muda agar mengenal lebih jauh tentang kripto.
“Plastic Finance berkolaborasi dengan Tokocrypto sama sama menyampaikan edukasi, kita mau bantu menularkan kebaikan. Apa itu? bahwa saat ini kan bicara pasar modal, instrumen keuangan itu banyak yang tidak berlandaskan. Intinya resiko timbul karena ketidaktahuan,” jelas Umar Abdulah, Chief Marketing Officer Palstic Finance.
Acara yang digelar di THUB Tokocryrpto ini mengajak investor muda mengenal lebih dalam lagi tentang manfaat dari aset kripto.
“Nggak hanya jual beli kripto aja justru kita lebih mengedukasi ekosistem kripto itu nggak hanya jual beli saja ada juga NFT dan masih banyak ekosistem lainnya. Kita harapkan kepada teman teman kita refresh kembali kalau kripto itu ada usecase nya di pasar,” sambung Kevin selaku Account Manager Tokocrypto.

Korelasi dari sinergi ini, startup yang berfokus pada management digital limbah plastik ini menggunakan skema Blockchain.
“Kita juga menggunakan skema blockchain dalam pengolahan limbah tersebut. Apa itu, kalau dulu pelaku sampah mulai dari pemulung itu tidak tercatat datanya. Melalui Plastic finance, proses pengolahan sampah itu mulai ditimbang dengan digital, pemilahan plastik yang berbeda beda, scan, simpan akan ada proses dan selanjutnya menjadi blockchain,” beber Umar.
Ditambahkan Kevin, dalam investasi digital seperti kripto dibutuhkan ketelitian. Artinya jangan tergiur iming-iming hadiah atau keuntungan besar yang berujung pada penipuan (investasi bodong). (beb)
















