Seorang Muslimah Dipersekusi, Jilbab Ditarik dan Diludahi

Penulis -

Senin, 27 September 2021 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Islamphobia

Ilustrasi Islamphobia

Prokabar.com, Wina – Seorang muslimah di Wina, Austria, mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.

Prokabar.com mengutip dari Anadolu Agency, seorang wanita menarik jilbab muslimah bernama Baara Bolat dalam bus kota.

“Saya tidak tahu harus bagaimana karena ini pertama kali terjadi dalam hidup saya,” kata Baara Bolat.

Baca Juga Milenialisme.com

Ceritanya bermula saat Bola berada dalam sebuah bus. Tiba-tiba seorang wanita menarik jilbabnya dan menyuruh Bolat untuk kembali ke Turki.

Padahal, kata Bolat, dia bukanlah orang Turki yang datang ke Wina.

Bolat berusaha untuk diam, namun wanita tersebut tetap saja melontarkan kalimat rasis.

“Saya mencoba untuk diam sampai dia meludahi saya,” kata Bolat.

Demi menghindari wanita itu, Bolat turun dari Bus, namun wanita tersebut tetap mengikutinya.

Bolat kembali mendapatkan serangan. Lagi-lagi jilbabnya ditarik wanita itu sampai terluka.

“Saya berteriak tapi dia tetap tidak berhenti mempersekusi saya,” kata Bolat.

Karena wanita itu tak kunjung berhenti, Bolat mengambil gambar wanita itu dengan ponselnya.

Wanita itu langsung pergi, Bolat kemudian membagikan kejadian tersebut di media sosial.

Bolat mengaku tindakannya di media sosial hanya untuk memberikan pelajaran bagi semua orang.

Tindakan Bolat di Media Sosial mendapatkan respons besar dari banyak pengguna.

Bolat mengaku banyak orang yang menghubunginya setelah unggahan kejadian tersebut di media sosial.

Akhirnya Bolat melaporkan kejadian rasis tersebut ke kantor polisi setempat agar wanita itu mendapatkan hukuman yang sesuai.

Setelah tindaklanjut dari kepolisian, wanita itu akhirnya ditangkap.

Hasil penyelidikan polisi terhadap wanita tersebut membuktikan bahwa Bolat bukanlah korban pertama.

“Saya bukanlah orang pertama, banyak wanita berjilbab lain yang menjadi sasaran rasis dari wanita itu,” kata Bolat.

“Dia harus membayarnya dengan hukuman, jika dia memang terkena gangguan psikologis, maka dia harus mendapatkan perawataan di rumah sakit,” jelas Bolat.

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB