Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Senandung Pilu dari Palu, Kita Balik Kampung ya Nak..!

Dibaca : 336

Tanah Datar, Prokabar — Senandung Nazwa, balita berusia 14 bulan itu, empuk digendong ibunya. Mata bulatnya memandang apa yang bisa ia lihat

Ini Selasa (23/10). Malam telah hitam. Ia bersama 3 kakak serta ayah bundanya tiba di Ladang Batur, Jorong Luak Gadang, Gurun, Kecematan Sungai Tarab, Tanah Datar. Warga menunggu rombongan kecil ini dengan deru dada tak menentu.

Siapa Senandung Nazwa? Dia adalah balita yang tak diamuk gempa dan tsunami Palu, meski begitu rumah orang tuanya habis sudah, beserta semua harta benda.

Maka Afrianto dan istrinya Zulandriani, papa di rantau orang. Ia kundang anak bininya balik ke kampung du jantung Minangkabau, tempat ia dulu tumbuh sebagai lelaki remaja.

Anak-anaknya  Bima Afrel berusia 10 tahun, Rafa Dwi Pratama 4 tahun dan si kecil dalam gendongan, Senandung.

Kala pesawat terbang meninggalkan palu serasa ada yang menikam ulu hatinya, sesuatu yang ia cari. Rumah yang ia bangun bata demi bata kini hilang. 

Tatkala pesawat mendarat di BIM, ada lagi yang menyesak di dadanya. Ia seperti menemukan lagi kisah maca kecil. Di Gurun, nagarinya, meluap. 

Pria berbaju kaos merah lengan panjang itu, membiarkan saja tas tas bawannya dibawa naik ke rumah. Ia tenggelam dalam sanubari persaudaraan yang diberikan dunsanaknya. Sebuah episode kehidupan berakhir dan episode lain dimulai.

Di Kampung

Begitulah, keharuan pihak keluarga tak terbendung saat Afrianto (34) tiba di rumah orang tuanya, Selasa malam  Afrianto yang akrab disapa Af ini merupakan salah satu korban selamat  gempa 7,4 SR dan Tsunami serta pergeseran tanah (likuifaksi) yang melanda Kabupaten Donggala, Sigi Palu dan Petobo Sulawesi Tengah 28 September lalu.

Af mengisahkan, saat Dia bersama isterinya Zulandriani (32), Bima Afrel Pratama (10) Rafa Dwi Pratama (4) dan Senandung Nazwa (1,2) selamat dari bencana besar yang melanda Sulawesi Tengah, Ia merasa bersyukur karena masih dipersatukan dengan keluarganya, walau sempat terpisah dengan anak sulungnya Bima selama sehari semalam.

Af yang berprofesi sebagai pedagang asesoris ini sehari sebelum kejadian berencana akan berjualan di tepi Pantai Talise ujung Jembatan Kuning yang sudah terkenal itu. Katanya disana ada acara besar dan merupakan acara tradisi yang selalu ramai dikunjungi orang.

Namun karena firasat buruk, menyebabkan Ia malas berjualan pada hari itu, maka ia putuskan berjualan keesokan harinya. Ternyata firasat itu pertanda baik baginya. Af bersama keluarganya selamat dari bencana dan berkumpul bersama keluarga kecilnya dan tinggal dipengungsian karena rumah dan seluruh harta bendanya ludes disapu tsunami.

Dikabarkan ada anggota keluarga isteri Af ini yang menjadi korban meninggal, pasangan suami isteri, karena mereka sempat berjualan pada saat bencana menimpa, yang laki-laki merupakan sepupu isterinya sudah ditemukan, namun sang isteri hingga saat ini belum ditemukan, sementara mertua Af selamat dan masih tinggal di posko pengungsian.

Kehilangan harta benda akibat bencana,  membuat af pulang ke kampung halaman. Kepulangannya ini pun sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah kabupaten Tanah Datar, melalui dinas sosial.

“Terima kasih pak Bupati, Ketua DPRD dan semua unsur yang telah berupaya memulangkan kami sekeluarga ke kampung halaman Tanah Datar, karena kami tidak ada biaya untuk pulang, jika bertahan di Palu kami dengan keluarga apa lagi anak-anak sangat trauma tinggal disana walau isteri saya orang palu Pak,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, yang saat pemulangan keluarga Af bersama orang tua Af dan keluarga serta Wali Nagari, Wali Jorong serta puluhan masyarakat setempat sudah menunggu sedari sore itu, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemda setempat, karena telah membantu pemulangan Af bersama keluarganya.

Menurutnya upaya pemerintah daerah ini patut diapresiasi karena telah peduli dengan warga Tanah Datar yang mendapat musibah di perantauan.

“Kita ucapkan terima kasih kepada bupati yang telah menginstruksikan Dinas Sosial untuk membantu warga kita ini. Dan sebenarnya jika kepulangan Af bersama keluarga ini lebih awal maka akan ditunggu Bupati bersama Forkopimda di Gedung Indo Jolito, namun karena bupati ada tugas lain dan begitu juga kapolres maka Af langsung diantar kekampungnya,” kata Anton.

Kepala Dinas Sosial Yuhardi di dampingi salah seorang kabid. Mashuri Maiza, membenarkan jika Ia telah diperintah bupati untuk membantu saudar kita ini dan menjemput ke BIM Padang Pariaman.

“Karena ketidak adaan ongkos untuk pulang maka kita kirimkan biaya sebesar Rp. 10 juta yang diperuntukkan untuk tiket pesawat dan kebutuhan selama perjalanan, yang diambilkan dari dana sosial,” ucapnya.

“Sementara untuk saudara kita yang mendapatkan musibah yang sama di Palu dan sudah lebih dahulu pulang dan sudah tiba di kampung halaman seperti warga Padang Ganting, Lintau Buo dan Andaleh Kecamatan Sungayang juga akan dibantu Pemerintah Daerah masing-masing KK sebesar Rp. 4 juta, dan itu direncanakan akan diantar langsung oleh Bupati,” sebut Dia.

“Dari informasi yang didapat saat ini di pengungsian kota Palu masih ada saudara kita sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) dan masih tetap bertahan disana, itu juga akan kita berikan bantuan dan rencana akan diantarkan langsung sekaligus melihat kondisi keluarga kita ini,” tutupnya.

Wali Nagari Gurun Hanisben, yang turut menyambut kedatangan Af beserta keluarga ini, juga sampaikan ucapan terima kasih, sembari memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp.1.146.000, yang dikumpulkan dari rumah-kerumah, himbauan di Masjid dan bantuan dari jamaah BKMT nagari setempat.(eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top