Padang, Prokabar — Pusat Pengkajian Keadilan Agraria dan Lingkungan (Sangkakala) menjadi tuan rumah Seminar Nasional Setahun UNDROP (United Nations Declaration on the Rights of Peasant and Other People Working in Rural Areas).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Petani Indonesia Sumatera Barat (DPW SPI Sumbar) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas (FISIP Unand) Padang, Rabu (18/12) di Ruang Sidang Dekanat Lantai 2 FISIP Unand, Kampus Limau Manis, Padang.
Dalam penyelenggaraan acara tersebut, Sangkakala dibantu kepanitiaannya oleh Gerakan Mahasiswa Petani (Gema Petani) Sumatera Barat dan Geostrategy Study Club (GSC) Padang.
Seminar tersebut awalnya dijadwalkan menghadirkan Rektor Unand Prof. Yuliandri sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara, namun karena harus memimpin Rapat Pimpinan Unand, maka didelegasikan kepada Dekan FISIP Unand Dr. Alfan Miko untuk memberikan sambutan dan membuka acara tersebut.
Direktur Sangkakala, Virtuous Setyaka menyatakan harapannya agar seminar ini berkontribusi bagi penguatan perjuangan reforma agraria.
“Kita berharap seminar ini juga menguatkan hak-hak petani serta rakyat lainnya di pedesaan yang melibatkan para aktivis dan akademisi, untuk kedaulatan negara dan kejayaan bangsa Indonesia.” ungkapnya melalui keterangan tertulis.
Seminar yang dimoderatori oleh Sekretaris sekaligus Peneliti Sangkakala Didi Rahmadi MA ini menghadirkan narasumber dari SPI yaitu Ketua Umumnya Henry Saragih yang menyampaikan sejarah perjuangan gerakan petani dari Indonesia ke tingkat internasional sampai dideklarasikannya UNDROP oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Lalu, Profesor Afrizal, seorang Guru Besar Sosiologi FISIP Unand yang merupakan pakar konflik agraria sekaligus sebagai Anggota Dewan Penasihat dan Peneliti Senior Sangkakala.
Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan hasil risetnya sekaligus menyampaikan tantangan bagi para pejuang Reforma Agraria si Indonesia.
Narasumber ketiga adalah Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Sumatera Barat (Komnas HAM Sumbar) Sultanul Arifin yang mempresentasikan tentang konflik sumber daya alam dan mekanisme penyelesaiannya oleh Komnas HAM.
Peserta seminar hadir dari berbagai kalangan, dosen dan mahasiswa dari berbagai kampus di Padang, aktivis dari berbagai Non Governmental Organization (NGO)/Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), petani, dan juga hadir para peserta dari luar Sumatera Barat, yaitu Jambi (mahasiswa dan petani).
Para peserta seminar berinteraksi dengan para narasumber dalam dua sesi dengan beragam isu terkait reforma agraria di pedesaan dan perkotaan, kasus-kasus konflik agraria di berbagai daerah khususnya di Sumatera, dinamika perjuangan reforma agraria oleh para aktivis, keterlibatan para akademisi dalam perjuangan reforma agraria, dan tentu saja tentang UNDROP terkait keterlibatan Pemerintah Indonesia serta implementasinya di berbagai negara khususnya di negeri ini. (*)
















