Ekonomi

Ruben dan Jordi Onsu Ingatkan Pengusaha Daftarkan Merk Sesuai Anjuran Menparekraf Sandiaga Uno

Dibaca : 178

Jakarta, Prokabar — Dunia bisnis dengan segala persaingan jadi tantangan tersendiri bagi pengusaha. Satu hal yang terpenting dalam menjalankan bisnis adalah dengan mendaftarkan merek.

Seperti yang dilakukan Ruben Onsu dan Jordi Onsu dalam menjalankan bisnis keluarganya. Pengalaman berharga yang dipetik keduanya saat nama usaha mereka juga dipakai pengusaha lain.

“Pendaftaran merek adalah menjadi hal paling penting dalam memulai usaha,” kata Ruben dalam siaran pers yang diterima Prokabar.com, Senin (1/3).

Pengalaman inilah yang kemudian disampaikan Ruben dan adiknya agar tidak dialami rekan pengusaha lain. “Pelaku usah mesti dan wajib daftar merek dan ini menjadi dasar suatu usaha,” ujar Jordi Onsu menambahkan.

Keduanya juga menanggapi ajakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang mengingatkan agar tidak lalai mendaftarkan merek.

“Kadang-kadang sebagai pengusaha asik bikin produk terus jualannya laku, tapi kita nggak jaga aset kita,” kata Sandiaga.

Sandi menyampaikan hal tersebut usai Jordi dan Ruben Onsu menggelar acara edukatif bertema ‘Pentingnya Mendaftarkan Merk Sebagai Dasar Suatu Usaha’.

Sandi mencontohkan kasus merek Ayam Geprek Bensu yang harus menerima kehilangan merek dagangnya lantaran terlambat mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Hati-hati Jordi (Bensu) dan UMKM lainnya. Bagaimana sebagai alat bukti bagi pemilik. Berhak atas merek yang didaftarkan,” katanya.

Berdasarkan catatannya, saat ini terdapat 8,2 juta pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif. Sayangnya hanya 11,05 persen yang telah mendaftarkan merek dagangnya.

Ke depan pihaknya akan mendorong para pelaku usaha melalui direktorat yang mampu menciptakan Intellectual Property (IP). Hal ini akan mempermudah para pelaku usaha ekonomi kreatif mampu mendaftarkan merek dagang merek.

“Kita ingin memiliki direktorat yang menciptakan IP yaitu intellectual property dan ingin memdorong bagaimama pentingnya haki (hak kekayaan intelektual) di sektor ekonomi kreatif,” pungkas Sandi. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top