Ridwan Tulus : TDC Menyuap Lahan Gersang menjadi World Class Green Tourism di Pariaman (03)

Penulis -

Minggu, 29 Agustus 2021 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TDC Is a Green Warrior and Green Friend of Indonesia.

 

Pariaman, Prokabar – Panjang cerita suka duka yang dilalui TDC dalam upaya menyelamatkan kawasan Mangrove Apar yang sedikit ini. Singkatnya, apa yang diupayakan bertahap membuahkan hasil.

Misi penyelamatan sudah mulai tampak. Perubahan kawasan sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari dulu kritis, kini sebagian besar sudah hijau kembali.

Yang membanggakan, dari kawasan Mangrove Apar yang sedikit ini, telah banyak sarjana yang dilahirkan.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Kawasan ini sampai sekarang menjadi pusat studi bagi mahasiswa dari berbagai kampus di Sumbar, luar Sumbar bahkan mahasiswa dari luar negeri.

Niat besar kami bersama TDC bekerjasama bagaimana menjadikan kawasan Mangrove Apar dan perkampungan nelayan di sekitarnya sebagai destinasi wisata konservasi ramah lingkungan yang berbasis sosiokultur masyarakat pesisir (Community Based Tourism).

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Visi misi TDC yang konsisten di konservasi pesisir sangat klop dengan misi Green Tourism Institute yakni ‘Protect the culture, Protect the nature, Empowering and Bring Benefit for Local People and Support Conservation’.

Alhamdulillah, saya sangat bangga dengan mereka atas segala perjuangan saudara – saudara saya di TDC. Perjuangan yang sangat luar biasa yang akhirnya bisa mewujudkan impiannya. Mereka akhirnya sudah mempunyai Taman Mangrove yang indah dan juga Taman Bawah Laut yang indah yang lebih luar biasa lagi mereka telah melahirkan banyak sarjana.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Dan Alhamdulillah dari awal kami di sana saya tidak pernah menggunakan dana pemerintah.

Dan Alhamdulillah, pemerintah sudah mulai memberikan apresiasi. Minimal dengan memberikan penghargaan Kalpataru dan salah satu anggota TDC menjadi Pemuda Pelopor Kelestarian Lingkungan Hidup. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB