Solok, Prokabar – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok kembali berakhir ricuh, dan sempat direkam melalui video oleh awak media yang sedang meliput, kemudian beredar luas di media sosial WAG.
Dalam video tersebut tampak Bupati Solok, Epyardi Asda yang hadir dalam persidangan itu terlibat perdebatan saat sidang berlangsung dan kemudian meninggalkan ruangan rapat paripurna DPRD, Jumat (24/9).
Saat itu, Epyardi Asda yang hadir dalam persidangan turut melontarkan interupsi menanggapi persoalan tersebut.
Ketika Epyardi hendak berbicara, interupsi lainnya masuk dari salah satu anggota dewan yang memprotes bahwa Epyardi Asda belum waktunya untuk bicara dalam persidangan itu.
“Ini bupati main-main ini, apa hak saudara untuk interupsi, saudara belum dipanggil untuk bicara, ini ruangan paripurna, ruangan DPRD,” ucap salah satu anggota dewan.
Dari video yang beredar, protes itu datang dari Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Solok, Dendi.
“Saudara jangan nunjuk-nunjuk saya,” ujar anggota dewan yang memakai kemeja hijau itu.
Protes Dendi ditanggapi oleh Epyardi Asda sehingga perdebatan terjadi antara mereka berdua.
Epyardi sampai turun dari bangku hendak pergi meninggalkan persidangan.
Perdebatan itu pun diakhiri dengan ditundanya persidangan oleh pimpinan sidang.
Dari video itu pula, terlihat anggota DPRD lainnya menenangkan situasi.
Namun, Epyardi Asda tetap berlalu meninggalkan ruang persidangan.
Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra mengungkapkan pada awak media, kericuhan tersebut terjadi saat sidang paripurna dengan agenda laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Solok terhadap hasil pembahasan APBD Perubahan. (*)
















