Ramadhan dan Ujung Pandemi

Penulis -

Jumat, 25 Maret 2022 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Nevi Zuairina Irwan Prayitno
Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Dalam beberapa hari kedepan, kita akan segera memasuki Bulan Suci Ramadhan di tahun 1443 Hijriah. Tentunya Ramadhan tahun ini akan menjadi Ramadhan yang istimewa karena selama dua tahun terakhir, kita melaksanakan Ibadah Puasa dan Shalat Tarawih dalam suasana pandemi Covid19 yang mencekam.

Sebagaimana tahun tahun sebelum Pandemi Covid19 terjadi, kita semua sudah mempersiapkan diri menyambut kedatangan bulan penuh berkah dan penuh dengan rahmat dari Allah SWT ini. Kita tahu bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Kedatangan Ramadhan setiap tahunnya selalu disambut dengan suka cita oleh semua baik tua maupun muda, kanak kanak sampai dewasa. Ramadhan menjadi bulan yang dirindukan karena di dalam setiap saatnya baik dari pagi sampai malam harinya.

Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa berfirman dalam Al Quran yang menegaskan bahwa Bulan Ramadhan adalah bulan dimana semua keberkahan diberikanNya kepada kita setiap ummat muslim dimanapun berada. Tentunya, dengan janji yang disampaikan Allah tersebut, setiap umat Islam entah itu anak kecil atau orang tua sekalipun, kanak kanak atau dewasa akan bergembira ria menyambut kedatangan bulan Ramadhan.

Sebagaimana dari awal tadi saya tuliskan bahwa dalam dua tahun terakhir, pelaksanaan Ramadhan kita dilaksanakan dalam nuansa dan suasana yang memprihatinkan. Ramadhan tahun 2020 dan 2021 lalu adalah Ramadhan yang harus kita jalani dengan keprihatinan dan kepatuhan akan protokol kesehatan yang ketat. Sebagaimana kita rasakan, meski pemerintah mengizinkan pelaksanaan ibadah tarawih dan kegiatan amalan Ramadhan lainnya, namun semau harus dilakukan dengan penuh keprihatian dan protokol kesehatan yang ketat.

Sebagian besar dari kita pada masa itu, harus beribadah dirumah dan sebagian lagi diizinkan beribadah di masjid. Kita terpaksa bergantian ke masjid dan itupun harus mematuhi protokol kesehatan yang sangat ketat dan terjaga seperti menjaga jarak aman dan mentaati aturan kebersihan diri.

Kali ini, di tengah terkendalinya penyebaran virus Covid19, tentunya ini adalah kabar gembira bagi kita semua. Pemerintah sebagaimana ramai diberitakan mulai memberikan izin dan keleluasaan kepada umat Muslim untuk beribadah Ramadhan di masjid namun tentunya tetap dengan mempertahankan kepatuhan untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sebagai warga yang baik, apalagi di Sumbar saat ini, kita sudah seharusnya kita mentaati dan mematuhi himbauan pemerintah tersebut. Sungguh kita tetap harus menjaga diri dan mentaati aturan tersebut. Tak ada salahnya, kita juga bisa menggapai pahala dan berkah Ramadhan dengan cara demikian.

Saya menilai, momentum Ramadhan dan bulan suci Ramadhan ini harus kita jadikan sebagai wadah dan kesempatan untuk melatih diri menjadi seorang insan yang jauh lebih baik dari capaian keimanan kita saat ini. Bukankah Ramadhan adalah bulan dimana Allah memberikan kesempatan kepada umat manusia untuk mencapai taraf menjadi manusia yang bertakwa. Ramadhan kita adalah bulan dimana kita diberi kesempatan oleh Allah selama sebulan penuh untuk mengasah kepemimpinan sehingga dan membangun karakter sebagai seorang pemimpin yang memiliki sikap jujur berintegritas dan kompetitif.

Selain itu, adanya kewajiban berpuasa merupakan sebuah kewajiban dan tidak akan diwajibkan oleh ALLAH SWT kepada umatNya jika tidak bermanfaat.

Bukankah Allah telah menjanjikan status Takwa kepada umatNya yang berpuasa dan menjalankan ibadah dan mencapai taraf sebagai insan yang kamil dan bermanfaat bagi sesama. Itulah berkah mulia Ramadhan yang harus dan sama sama kita capai. Menjadi manusia yang sempurna dan bermanfaat bagi dunia.

Kembali kepada tujuan kita untuk menggali rahasia dan menggapai keberkahan Ramadhan, tentulah kita harus melaksanakan amalan amalan yang dianjurkan selama sebulan penuh ini dengan khidmat dan khusyuk. Bulan Ramadhan adalah momentum sebulan penuh bagi kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap waktu di bulan suci ini disediakan oleh Allah untuk bermunajat kepadanya.

Bukan meminggirkan makna dan kebaikan pada bulan lainnya selain Ramadhan, namun sebagaimana dijanjikan Allah SWT dalam Al Qur’an, ibadah di bulan suci ini jauh lebih bermakna dan berharga bagi kita untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Akan ada harapan pahala dariNya. Karena setiap kegiatan atau tindakan yang kita lakukan, akan berbalas dengan Rahmat dan janjian akan indahnya Surga yang dijanjikan Allah SWT kelak di akhirat.

Saya mengutip dari hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari (HR. Shahih Bukhari no. 1869), yang berbunyi : Telah mengabarkan kepada saya Abu Salamah bahwa Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata tentang bulan Ramadhan: Barangsiapa yang menegakkannya karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya.

Momentum Ramadhan kali ini, saya mengajak semua orang tua untuk membimbing anak anak, sanak saudara dan tetangga kita yang beragama Islam untuk beribadah kepada Allah, berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT, bershalawat kepada Baginda Rasurullah Muhammad SAW. Marilah kita kembali meramaikan masjid menggelar tarawih bersama dengan tetap mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari virus Covid-19.

Semoga Allah mengabulkan target Ramadhan kita dan memasukkan kita dalam daftar orang-orang yang telah dibebaskan dari neraka pada bulan ramadhan tahun ini. Semoga Allah melimpahkan kepada kita semua kesehatan lahir dan bathin, kebaikan dan keberkahan dan kita dimasukkanNya kedalam golongan orang orang yang bertakwa. Aamiin ya robbal alamin. *

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB