Raffi Ahmad, Marawa, Sepakbola dan Sumatera Barat

Penulis -

Selasa, 10 Januari 2023 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Rezki Rifai

Insan BRILiaN

Siapa yang tidak kenal dengam sosok anak muda sukses bernama Raffi Ahmad. Muda, rupawan, kaya raya sehingga dijuluki sebagai Sultan Andara (merujuk kepada komplek rumahnya). Hampir semua orang pasti familiar dengannya. Setiap hari wara wiri di televisi nasional dan di youtube channelnya yang mempunyai jumlah follower puluhan juta. Dengan umur yang boleh masih dibilang muda beliau sudah bisa dianggap konglomerat baru di Indonesia khususnya didunia entertainment.

Beristrikan wanita cantik berdarah Padang, Nagita Slavina yang juga merupakan seorang artis semakin mempertebal pundi – pundi kekayaan keluarga yang telah dikaruniai dua anak laki – laki yang juga tiap saat muncul di tayangan televisi maupun media online. Di youtube channel keluarga ini seperti tidak pernah tidur karena hampir 24 jam selalu ada saja konten yang mereka produksi. Sungguh luar biasa.

Sebagai sosok artis, muda dan terkenal ternyata pribadinya luar biasa baik. Saya berkesempatan bersua dengannya saat acara meet and greet Raffi Ahmad dengan 100 nasabah terpilih salah satu bank BUMN di Marawa Beach Club dimana beliau adalah salah satu pemiliknya. Ajakan berswafoto oleh para pengagumnya dilayani dengan baik dan selalu tersenyum. Hal serupa juga berlaku pada istrinya yang luar biasa baik. Walaupun dengan pengawalan ketat, dia tetap dengan ramah melayani para penggemarnya, malah ada yang berasal dari luar kota Padang.

Marawa Beach Club ini merupakan bagian dari diversifikasi usaha kerajaan bisnis RANS. Sebuah klub yang diresmikan tahun kemarin menjadi salah satu pilihan bersantai wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menikmati sunset di club yang berlokasi di repi pandai di jalan raya antara Gunung Padang dan Pantai Air Manis yang terkenal dengan legenda Malin Kundangnya. Hadir juga saat itu Donny Oskaria tokoh asal Tanah Datar yang merupakan owner Marawa dan komisaris RANS serta sekarang menjabat Chief Executive Officer Injourney Holding BUMN Pariwisata. Indonesian Journey atau InJourney adalah BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia yang beranggotakan PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Hotel Indonesia Natour, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko, dan PT Sarinah berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2021 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor Tahun 2021 Nomor 228).

Marawa Beach Club diambil dari bahasa Miangkabau yakni Marawa. Marawa adalah bendera triwarna yang terdiri dari tiga bagan vertikal yang menampilkan warna Alam Minangkabau: hitam, merah, dan emas. Tidak diketahui dengan pasti kapan pertama kali bendera ini digunakan; secara resmi diadopsi sebagai bendera Kerajaan Pagaruyung Minangkabau sejak berdirinya kerajaan ini pada tahun 1347. Bendera ini juga diadopsi oleh kerajaan-kerajaan rantau Minangkabau lainnya seperti Kerajaan Inderapura (Wikipedia). Sehingga dengan makna tersebut Marawa mencoba mengambil nama tersebut agar budaya Minangkabau bisa melekat ke Marawa Beach Club ini.

Selain ke Marawa, Raffi Ahmad juga berkunjung ke stadion Haji Agus Salim Padang. Seperti yang kita ketahui, Raffi memiliki Klub bola RANS Nusantara FC yang sekarang berlaga di BRI Liga 1. Saat kunjungan tersebut terlihat Raffi dan anaknya Rafatar tertarik untuk membawa RANS FC bermarkas di stadion kebanggaan Kota Padang yang berdiri sejak tahun 1983. Bagi seorang Raffi tidaklah susah untuk merenovasi serta mempercantik stadion yang selama ini menjadi Home base Semen Padang FC yang berlaga di Liga 2 serta PSP Padang yang masih berkutat di Liga 3. Tinggal PR untuk pemerintah provinsi Sumatera Barat apakah akan diizinkan atau tidak, karena ini merupakan aset Pemprov. Hal ini juga sempat menjadi dilema, karena persoalan pelik pemprov pemilik stadion ini dengan Semen Padang FC sampai berlarut – larut. Tentunya Raffi tidak akan mau berinvestasi apabila tidak ada kejelasan yang terang benderang terhadap stadion ini. Belum lagi persoalan tukar guling stadion ini dengan salah satu bank BUMN yamg tidak kunjung usai.

Bagi penggemar sepakbola, saya pribadi saat mendukung niat baik Raffi yang sampai membuat video ucapan terima kasihnya kepada Warga WAG TOP 100 tentang keinginannya membawa RANS FC bermarkas di stadion H Agus Salim. Seperti yang diutarakan diatas bahwa istri Raff adalah keturunan Pesisir Selatan otomatis, sebagai Sumando niat Raffi ini harus diapresiasi. Persoalan hukum dan operasionalnya adalah hal lain yang harus didiskusikan lebih lanjut dan dengan detail tetapi selalu mengutamakan semangat olahraga.

Sumatera Barat harus segera mengambil kesempatan ini. Selama ini banyak yang berniat investasi di Sumatera Barat tetapi pada akhirnya surut seperti ditelan ombak Pantai Purus. Memang ada beberapa yang sudah berjalan seperti Supreme di Solok Selatan. Tetapi berinvestasi di dunia olahraga yang secara hitung – hitungan matematis tidak akan mendapat keuntungan tetapi ditangan Raffi bisa menjadi Cuan yang besar. Animo masyarakat bola Sumbar khususnya Padang sangat tinggi. Setiap Semen Padang bermain, antusias suporter cukup tinggi dan ini bisa dimanfaatkan oleh RANS FC. Bersinergi dengan Semen Padang di liga 2 dan RANS yang berlaga di liga 1.
Semoga keseriusan Raffi Ahmad untuk ikut membangun Sumatera Barat dengan caranya sendiri segera terealisasi. Aaamiin (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB