Prokabar.com, Agam – Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Barat Rafdinal turun gunung menjemput aspirasi masyarakat untuk penganggaran tahun 2022.
Pria kelahiran Banuhampu, Kabupaten Agam, ini mengaku banyak permasalahan masyarakat yang belum sampai ke dewan perwakilan.
Saat memberikan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) pada kelompok tani, Politisi PKS ini meminta beragam usulan secara langsung.
“Bapak dan ibu silahkan memberikan usulan sambil kita berdiskusi,” kata Rafdinal di Jorong Mato Jariang, Kabupaten Agam, Selasa (10/8).
Mendapat kesempatan itu, masyarakat langsung memberikan usulan bahkan keluhan pada Rafdinal.
Banyak permintaan dari masyarakat yang mayoritas petani itu, mulai dari perbaikan irigasi, penyediaan mesin bajak, aspirasi harga pupuk yang melonjak tinggi, hingga perbaikan jalan.
Satu-persatu usulan tersebut mendapat jawaban dan penjelasan dari Rafdinal tentang alokasi anggaran dan tujuan anggaran.
Menurutnya, pemberian bantuan untuk aspirasi dan usulan masyarakat hanya yang mengarah pada kebijakan Provinsi Sumatera Barat.
Sementara untuk yang masuk ke wilayah kebijakan Kabupaten bisa diusulkan kembali agar menjadi prioritas untuk tahun 2022.
Bagi usulan yang memungkinkan masuk pada anggaran provinsi, Rafdinal rencananya akan membawa hal tersebut ke penyiapan anggaran untuk tahun 2022.
Pemberian Alsintan untuk Kelompok Tani
Selain menampung aspirasi, Rafdinal juga memberikan anggaran Pokok Pikiran berupa alat mesin pertanian (Alsintan) pada lima kelmpok tani.
Rafdinal memberikan lima Tresor pada lima kelompok tani dari tiga Kecamatan di Kabupaten Agam yakni Kecamatan Kubang Putih, Kecamatan Canduang, dan Kecamatan Baso.
Politisi asal PKS ini mengatakan pemberian Alsintan berupa Tresor ini untuk memangkas pengeluaran petani saat memanen padi.
“Mesin ini bisa memangkas pengeluaran petani agar tak terbebani selama masa panen,” kata Rafdinal kepada Prokabar.com, Selasa (10/8).
Tanpa Tresor, petani bisa mempekerjakan banyak orang untuk memanen. Sehingga pengeluaran petani bertambah, sementara pemasukan dari hasil panen belum tentu mencukupi biaya hidup.
Pemberian Alsintan pada kelompok tani ini tampaknya menjadi rutinitas bagi Rafdina.
Pada tahun sebelumnya, Rafdinal juga memberikan beberapa Alsintan pada kelompok tani.
Dia bertujuan agar petani tak lagi terbebani oleh biaya yang semakin hari kebutuhannya makin meningkat.
Kali ini, kata Rafdinal, mesin Tresor merupakan yang terbaru. Rencananya mesin ini akan dimodifikasi lagi agar bisa mencapai sawah dengan jarak yang jauh dari jalan ankut.
Rafdinal berharap pemberian alat ini tak boleh jadi percuma. Kelompok tani yang mendapatkan alat ini tidak boleh mempergunakannya untuk kebutuhan lain seperti penyewaan.
Pria 53 tahun ini meminta Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Nagari, hingga jorong dapat memantau penggunaan alat ini.
Kedepan, lanjutnya, para petani dapat mengusulkan apapun yang terkait dengan kebijakan provinsi kepadanya.
Usulan ini akan mendapatkan tindak lanjut agar kebutuhan para petani tetap terpenuhi dan tidak terbebani biaya yang semakin tinggi.
















