Agam, Prokabar – Persatuan Wartawan Indonesian (PWI) Kabupaten Agam menggelar Program jalin kerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam. Melakukan Safari Ramadan bersama ke empat rumah ibadah di Kabupaten Agam.
Kunjungan pertama, berada di Masjid Inyiak De Er, Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Jumat (30/4). Merupakan Kampung Kelahiran Buya Hamka dan ayahnya Dr. Abdul Karim Amrullah (Inyiak Rasul atau Inyiak De Er).
Masyarakat setempat menyambut rombongan PWI dan BKSDA dengan berbuka bersama. Sekaligus bertujuan memperkuat silahturahmi sesama masyarakat.
Fajri Datuak Mangkuto Nan Basa, Kepala Jorong Batung Panjang menyebutkan, ucapan terimakasih atas kunjungan dan perhatian PWI bersama BKSDA. Perhatian khusus selalu tercuruahkan ke Kampung Ulama Besar Nasional ini terus memberi motivasi mssyarakat untuk bangkit dalam keterlenaan diri.
“Kami sangat berterimakasih atas kehadiran dan perhatian Bapak-bapak, karena selalu memperhatikan kami dalam banyak hal,” ungkap Datuk Panungkek Suku Guci tersebut disaat memberi kata sambutan.
Datuk Mangkuto Nan Basa itu juga menjelaskan sedikit tentang profil wilayahnya.
“Jorong Batung Panjang ini salah satu dari tujuh jorong di Nagari Sungai Batang. Memiliki empat tapian atau setingkat Rukun Tetangga atau RT di perkotaan. Sebagai kampung kelahiran ulama, memiliki potensi yang sangat luar biasa. Keterbatasan sumber daya manusia, belum optimal dan memberi dampak kesejahteran dan kemakmuran pada masyarakat.
Dengan banyaknya kehadiran PWI dan BKSDA beserta berbagai pihak luar lainnya, peduli memberi edukasi dan ilmu pengetahuan, akan mencerdaskan masyarakat. Maka berlahan, kebangkitan pun lahir sesuai harapan,” terangnya.
Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra memgatakan, sebuah kesempatan emas sekaligus kehormatan baginya dan Tim bisa bergabung dalam kegiatan silahrutahmi ini. Selain dapat saling mengenal lebih dekat, juga dapat menjalin kerjasama sesuai peran yang dimiliki.
“Dalam kesempatan ini, kami perkenalkan diri dari perpanjangan tangan langsung dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA memiliki tugas melindungi, memelihara atau melestarikan Hutan Lindung dan Cagar Alam beserta satwa dan hayatinya. Berharap bisa menjalin kerjasama dengan bapak dan ibuk hadirin semuannya,” tutur Ade.
Dalam kesempatan ini lanjutnya, BKSDA sangat apresiasi kepada masyarakat Sungai Batang yang telah mampu menjaga kelestarian hutan yang berada di wilayahnya.
“Berdasarkan observasi kami ke dalam hutan rimba Cagar Alam Maninjau, yang berada di wilayah Nagari Sungai Batang tidak ada tanggul kayu atau sisa penebangan hutan. Dan kami apresiasi ini kepada masyarakat. Mohon dipertahankan, dijaga dan dilindungi terus,” imbuhnya.
Ade melanjutkan, seluruh masyarakat memanfaatkan air bersih langsung dari aliran mata air perbukitan. Bersumber langsung dari Hutan Cagar Alam Maninjau. “Artinya, keterikatan masyarakat dengan hutan sangat tinggi, maka agar tidak terjadi kekeringan dan kesulitan air bersih maka rawat, lestarikan dan lindungi hutan kita,” ajaknya.
Ketua PWI Agam, Mursidi bersama pengurus lainnya turut memberikan sejumlah informasi. Terutama tetap menjaga kampung tersebut dari bahaya penyebaran Covid-19. Menjaga jarak, sering mencuci tangan dan selalu menggunakan masker.
Mursidi juga menjelaskan peran dan fungsi wartawan atau jurnalistik terhadap kemajuan pembangunan bangs dan negara.
“Wartawan atau Jurnalistik ini memiliki peran penting dalam menegakan empat pilar kebangsaan. Penjembatan jalinan komunikasi dan hati antara rakyat kecil dengan pemimpin bangsa. Berkewajiban menampung aspirasi dan keluhan masyarakat yang kemudian disampaikan melalui pemberitaan atau karya Jurnalistik. Berharap masyarakat bisa memanfaatkan wartawan atau Pers sebagai wadah penyambung lidah kepada pemimpin. Juga bisa mengkritisi penguasa,” tutupnya. (rud)
















