Puluhan Warga Dharmasraya Keracunan Makanan dan Dua Meninggal Dunia

Penulis -

Sabtu, 10 Agustus 2019 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dharmasraya, Prokabar – Sebanyak 45 dari 59 orang anggota pengajian (Wirid) mingguan di Kenagarian Siguntur, Kecamatan Sitiung, keracuan usai menyantap lontong sayur, Kamis (8/8) malam.

Korban merasakan pusing dan sakit perut. Perasaan tersebut dirasakan korban beberapa jam setelah menyantap lontong sayur, dan puncaknya terjadi, Sabtu (9/8) dini hari. Bahkan dua orang meninggal dunia setelah menjalani perawaran medis di RSUD Sungai Dareh, Dharmasraya, Minggu (10/8).

Peristiwa ini dibenarkan Walinagari Siguntur, Aswat,SE. Katanya, mereka diduga keracunan lontong sayur yang dikomsunsi saat acara penganjian tersebut.

“Para korban sudah dilarikan ke RSUD Sungai Dareh dan Puskesmas terdekat. Dua orang atas nama, Rahmina (52) dan Jati Aswarti (53) meninggal dunia di RSUD Sungai Dareh,” jelas Aswat, Minggu ( 10/8) .

Sementara itu, menurut pengakuan salah seorang korban, Alfa Edison menyebutkan, kegiatan pengajian tersebut dilaksanakan sekali dalam seminggu, tepatnya tiap kamis malam.

“Seperti biasa usai pengajian, kami menyantap hidangan. Alhamdulillah, saya bersama istri hanya mengalami sakit perut (mencret-red). Namun beberapa orang harus menjalani perawatan medis di RSUD Sungai Dareh dan Puskesmas terdekat. Bahkan dua orang meninggal dunia,” jelas Sekretaris Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung ini.

Lanjut Alfa Edison, malam Kamis (8/8) itu sedikitnya 59 orang mengikuti pengajian di salah satu rumah warga, tepatnya di Jorong Balai Janggo, Nagari Siguntur.

“45 orang keracunan, puncaknya terjadi Sabtu (10/8) dini hari. Kasus ini sudah ditangani Polsek Koto Agung, pihak TNI, dan petugas Dinas Kesehatan, Dharmasraya,” terangnya.

Kemudian tim medis RSUD Sungai Dareh, Dr. Lala menyebutkan, korban keracungan yang dirawat di RSUD setempat sebanyak 10 orang. 2 orang meninggal dunia, dan 3 orang sudah diperbolehkan pulang. Sementara 5 orang harus dirawat secara intensif.

“Mereka sudah ditangani tim medis,” pungkasnya.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB