Pesisir Selatan, Prokabar – Sebanyak 11 orang nelayan asal Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, hingga kini Senin (3/2/) dinyatakan hilang setelah di hempas gelombang dan badai.
Peristiwa mengenaskan ini terjadi pada Rabu 29 Januari 2020, pukul 08.00 WIB. Hingga kini sejumlah Badan SAR, Polair, Pemerintah Setempat dan warga masih melakukan pencarian.
Berdasarkan data dihimpun Prokabar.com di Kantor Dinas Perikanan Pesisir Selatan, 11 nelayan dinyatakan hilang itu yakni, Izal (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji), Engki (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji), Endi (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji), Iwil (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji ), Anto (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji), Si’I (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji).
Selanjutnya, Oyon (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji), Muamat (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji), Kimun (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji), Idit (Bagan KMP Mitra Utama-Airhaji), Si’ Al (Bagan Kasih Ibu-Airhaji).
Dinas Perikanan (DP) Kabupaten Pesisir Selatan, Andi Syafinal mengatakan, peristiwa ini terjadi sejak sejak Rabu 29 Januari 2020 lalu, hingga kini pencarian terhadap 11 orang nelayan nelayan ini masih melakukan pencarian.
Ia menambahkan, 11 orang nelayan ini dikabarkan hilang berdasarkan laporan awal dari laporan kelompok nelayan setempat. Hingga kini pencarian masih berlangsung.
“Laporan itu bersamaan dengan peristiwa Rabu lalu. Dan 11 orang nelayan itu, sampai hingga kini masih dalam pencarian, “ujarnya.
Ia menjelaskan, 11 orang nelayan dinyatakan hilang, diantaranya 10 awak kapal bagan merek KMP Mitra Utama, dan satu lagi dari awak Kapal Bagan merek Kasih Ibu. Yang keduanya merupakan awak kapal asal Airhaji.
“Yang 10 orang awak kapal KMP Mitra Utama dinyatakan los kontak. Sedangkan, awak Kapal Bagan Kasih Ibu itu dinyatakan hilang terbawa arus air laut cukup deras,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Kasat Polairud Pessel, Iptu R. Habiskan mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan masih melacak dan mencari keberadaan nelayan yang hilang itu.
“Hingga kini keberadaan mereka belum diketahui. Dan kami bersama tim gabungan masih melakukan pencarian,” ujarnya.(min)

















