Pulang dari Jepang, Pria Malaysia Ini Ditemani Anjing Jalan Kaki 120km Agar tak Menulari Corona

Penulis -

Kamis, 9 April 2020 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kinabalu, Prokabar – Kisah seorang pria Malaysia berjalan kaki tiga hari dari Kota Kinabalu ke kampung halamannya di Kota Marudu yang berjarak 120 kilometer mendapat banyak sorotan di dunia maya.

Kisah viral pria bernama Alixson Mangundok, 34 tahun, itu berjalan kaki ditemani anjingnya seusai pulang dari Jepang tempat dia bekerja pada 25 Maret dan dia takut akan menularkan penyakit covid-19. Dia memilih tidak naik angkutan umum atau minta dijemput oleh keluarganya.

“Setelah sampai di Bandara Internasional Kinabalu saya diperiksa meski petugas kesehatan mengatakan saya sehat dan tidak memperlihatkan gejala penyakit itu. Saya lalu diminta pergi ke Rumah Sakit Ratu Elizabeth untuk pemeriksaan selanjutnya,” kata dia, seperti dilansir laman the Straits Times, Rabu (8/4).

Setelah sampelnya diambil di rumah sakit itu, dokter mengatakan dia bisa pulang dan menjalani swakarantina di rumah. Dia tidak diminta memeriksakan diri di pusat karantina untuk menunggu hasil tes coronanya.

Sebelumnya kerabat Mangundok membantunya membawakan dua koper besarnya dan membiarkan dia hanya membawa tas ransel karena mengira pria itu akan diminta memeriksakan diri ke pusat karantina yang disediakan pemerintah.

“Tapi kemudian saya dikatakan bisa menjalani swakarantina di rumah. Supaya menghindari kemungkinan menularkan penyakit ini ke orang lain saya memutuskan berjalan kaki saja ke Kota Marudu karena saya terbiasa jalan kaki jauh dan berhari-hari ketika berburu atau bertani,” kata dia.

Sebelum memulai perjalanannya Mangundok makan siang dulu dan membawa dua botol air minum dari rumah sakit. Setelah berjalan sekian jauh, dia melewati sebuah kuburan dan seekor anjing mulai mengikutinya.

Dia membiarkan anjing itu mengikutinya dan akhirnya diberinya nama Hachiko (nama anjing yang terkenal setia di Jepang). “Saya pikir dia hanya akan mengikuti sebentar saja tapi dia kemudian membuntuti sepanjang jalan dan karena itulah saya mengadopsi Hachiko,” kata Mangundok.

Di sepanjang perjalanan mereka berhenti untuk beristirahat di halte bus dan melewati sejumlah jalan yang diblokir dan berkenalan dengan orang baru. Mereka juga menembus hujan dan panas sekaligus naik turun gunung.

“Di setiap jalan yang ditutup polisi dan pasukan keamanan yang bertugas menanyakan saya mau ke mana dan saya bilang akan ke Kota Marudu. Mereka tidak percaya tapi akhirnya saya bisa meyakinkan mereka bahwa saya tidak bercanda,” kata Mangundok.

Dia menjelaskan alasannya berjalan kaki dan memperlihatkan paspornya serta surat dari rumah sakit sebagai bukti dan akhirnya polis serta aparat keamanan menyarankan dia berhati-hati dan beristirahat di daerah yang cukup terang.

“Mereka juga menawari tumpangan tapi saya menolak karena saya membawa anjing ini dan saya tidak ingin membuat orang sakit, meski dokter bilang saya sehat-sehat saja,” kata dia.

Mangundok berhenti di sebuah warung untuk membeli air minum dan ikan sarden kaleng buat Hachiko. Dia tidak makan apa pun karena tidak selera akibat kelelahan.

Pagi hari pada 28 Maret di dekat daerah Kg Tandasan di Kota Belud, sekitar separuh perjalanan lagi ke Marudu, Mangundok melihat kakaknya sedang mengendarai mobil dan melambai kepadanya.

“Dia membalas lambaian tapi tidak mengenali saya karena saya menutupi wajah dari panas matahari dan saya bersama seekor anjing, jadi dia pergi begitu saja,” kata Mangundok.

Pada titik itu, kata dia, Mangundok menduga keluarganya khawatir karena ponselnya sudah mati sejak dua hari dan mereka tidak mendengar kabar lagi darinya sejak di bandara.

Dari sana Mangundok mengatakan kakaknya kemudian memberi tahu keluarganya bahwa dia sudah berjalan kaki tiga hari dan meminta seseorang dari rumah menjemputnya supaya dia bisa pulang sendiri dengan mobil dan membawa serta anjingnya.

“Saya tidak langsung menemui orang tua begitu sampai di Kota Marudu tapi saya pergi ke gubuk kecil di kebun karena di sana aman dari orang lain,” kata dia.

Mangundok menuturkan hasil tesnya sudah keluar kemarin dan dia dinyatakan negatif. Dia kemudian menjalani tes kedua kali di rumah sakit Kota Marudu.

“Saya tidak akan berhenti dan baru akan menemui keluarga kalau rumah sakit sudah memastikan saya tidak tertular virus itu. Untuk saat ini Hachiko menemani saya di gubuk, ujar Mangundok.

Pria dua anak itu adalah bungsu dari 12 bersaudara dan dia sebelumnya bekerja di luar negeri, termasuk di Singapura, Aljazair, Australia, Korea Selatan sejak usianya 18 tahun. (*/mht)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang
Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!
Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall
Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran
New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur
Fakta Gempa Dahsyat Turki dan Suriah: Ribuan tewas, dan Sudah Diperingatkan Peneliti Belanda
Ini tragedi Kemanusiaan, Duka di Kanjuruhan adalah Duka Dunia
Banjir di Korea Selatan, Begini Nasib Para WNI

Berita Terkait

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:26 WIB

Konflik Iran-Israel Memanas: Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 24 Orang

Jumat, 23 Mei 2025 - 20:27 WIB

Gawat! 300 Ribu Hektare Sawah Hilang, Alex Indra Lukman Desak Negara Dukung Riset Pertanian Lokal!

Sabtu, 19 April 2025 - 20:56 WIB

Langkah Kaki Anak Bangsa Menuju Panggung Dunia: Camp Broadway Indonesia Tampil di Carnegie Hall

Jumat, 10 Maret 2023 - 22:43 WIB

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship, Ini Kata Fadly Amran

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:04 WIB

New York, Kota Dunia yang tak Pernah Tidur

Berita Terbaru

Peninjauan ke kawasan Pasar Tanah Kongsi.

Daerah

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB

Bola

Ini Starting Line Up PSP Melawan Mataram Utama

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:00 WIB