PT Semen Padang Dapat Pengakuan di Kancah Internasional

Penulis -

Jumat, 19 Maret 2021 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Semen Padang, Yosviandri

Direktur Utama Semen Padang, Yosviandri

Padang, Prokabar.com – PT Semen Padang berhasil melahirkan banyak inovasi dan telah mendapatkan pengakuan di kancah internasional.

Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri mengatakan sejarah mencatat di sinilah awal mula pabrik semen Indonesia dan Asia Tenggara.

Berdiri pada tahun 1910,  PT Semen Padang mulai beroperasi pada tahun 1913 dengan kapasitas produksi 22.900 ton pertahun.

Hingga saat ini perusahaan Semen Padang berkembang pesat dan memiliki 5 plant pabrik aktif dengan jumlah operasi 8.9 ton per tahun.

Berita Terkait:

HUT Ke-111, PT Semen Padang Gelar Tabligh Akbar

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Menurut Yosviandri, perjalanan PT Semen Padang hingga hari ini memiliki nilai sejarah dan penuh makna.

“Kita menyadari bahwa inovasi adalah daya saing perusahaan dalam menghadapi persaingan Semen yang sangat sengit.”

“Saya sangat bangga kita telah menghasilkan banyak inovasi yang bermanfaat bagi perusahan dan telah mendapatkan pengakuan dari kancah internasional,” kata Yosviandri, Kamis (18/3).

Baca Juga:

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Yosviandri melanjutkan, selain bisnis Semen, perusahaan telah mengembangkan bisnis non semen.

Sepert; Workshop yang mampu memproduksi peralatan pabrik, jasa pengujian labor, memproduksi produk turunan semen seperti poros konkrit, rumah cepat bangun dan lain sebagainya.

Dalam perayaan Hari Ulang Tahun PT Semen Padang yang ke-111, Yosviadri mengucapkan terimakasih kepada seluruh karyawan.

Baca Juga Milenialisme.com

Ucapan Terimakasih

“Terimakasih kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan perusahaan yang selalu mendukung perusahaan ini sehingga bertahan di tengah kondisi sulit,” kata Yosviandri lagi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Yosviandri juga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para pendahulu yang telah mengantarkan estafet kepemimpinan kepada generasi saat ini.

“Seperti kata Bung Karno, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kita doakan para pendahulu kita yang masih hidup agar Allah memberikan kesehatan pada mereka.”

“Bagi yang telah berpulang, semoga Allah melapangkan kuburnya dan mendapatkan tempat yang mulia, aamiin,” doa Yosviandri. (rls/eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB