PT Semen Padang Ajak Generasi Millenial Lestarikan Alam dan Lingkungan

Penulis -

Minggu, 18 Maret 2018 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan, PT Semen Padang kembali menggaet generasi Millenial Kota Padang dan sekitarnya, khususnya penggiat media sosial berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam. Kegiatan itu dikemas dalam kegiatan Spacetalk goes to Nyarai – Voluntarism; Feels Good, Looks Good, Does Good. Kegiatan ini merupakan kegiatan menjadi relawan sekaligus menjadi wisatawan ke wisata alam Lembah Nyarai, Padang Pariaman.

Kepala Biro Humas PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan kegiatan ini merupakan acara follow up dari kegiatan diskusi #SPacetalk2 yang diadakan pada 24 Februari 2018 lalu dengan pengelola wisata Lembah Nyarai, Ritno Kurniawan.

“Sebelumnya kita melakukan sharing dengan penggiat media sosial yang ada di Kota Padang dengan pengelola wisata Nyarai, Ritno Kurniawan. Nah, pada hari ini kita melakukan kegiatan volounter sekaligus berwisata ke daerah itu. Peserta akan melakukan beberapa kegiatan selama perjalanan ke Nyarai, seperti bersih-bersih sampah. Sehingga kita tidak hanya berwisata, namun juga menjadi relawan sehari untuk Nyarai,” katanya usai melepas kepergian peserta di VCoffe, Sabtu 17 Maret 2018.

Penggiat media sosial yang pada umumnya generasi Millenial ini juga diharapkan bisa menyadari kembali pentingnya menjaga alam yang tidak hanya berguna untuk saat ini, namun juga bagi anak cucu dimasa mendatang. “Sehingga kita mengaet mereka menjadi tim dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan alam. Dan ini juga salah satu jargon kita, yakni Untuk Bumi, dimana kita menjaga kelestarian alam,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini, PT Semen Padang juga menambah beberapa fasilitas penunjang untuk kenyamanan tempat wisata Nyarai, yakni tempat sampah dan plang penunjuk arah menuju lokasi wisata. “Ada 10 unit tempat sampah dan 20 plang penunjuk arah. Fasilitas penunjang untuk lokasi wisata ini telah dikoordinasikan sebelumnya dengan pengelola wisata sehingga nantinya apa yang kita berikan benar-benar bermanfaat menunjang perkembangan wisata,” jelasnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung seharian itu, peserta ditantang dibagi dalam lima kelompok, dan masing-masing kelompok terdiri dari 4 s/d 5 orang. Dua kelompok ditantang memilih sampah plastik selama perjalanan dari posko hingga ke Lembah Nyarai, sedangkan tiga tim lainnya ditantang dengan melakukan pemasangan plang.

“Hal ini jadi tantangan tersendiri bagi peserta menuju lokasi wisata Nyarai. Dimana mereka juga harus menjaga kekompakan dan kerjasama tim, sehingga tidak ada istilah sampai duluan dengan meninggalkan anggota lainnya. Karena tantangan ini juga dinilai diantara mereka. Dewan juri dalam kegiatan ini yakni Staf komunikasi PT Semen Padang, Wahyuni Retnowati dan pengelola Nyarai, Ritno Kurniawan. Penilaian dilakukan mulai dari posko awal hingga ke lokasi wiasata Lembah Nyarai. Kelompok dengan nilai terbaik mendapatkan hadiah menarik,” tutur Mikel Muhammad sebagai koordinator lapangan.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Salah seorang peserta, Wella mengatakan kegiatan yang dikemas dengan Voluntarism ini sangat menarik. “Karena kita tidak hanya beriwsata ke lokasi ini, tapi juga menjadi relawan. Dan ini dua kegiatan yang sangat seru sekaligus menantang. Kekompakan tim, keselamatan diri sendiri menjadi hal yang benar-benar harus dijaga hingga samai ke lokasi wisata. Selain itu, hal ini juga mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi wisatawan yang baik dan tetap menjaga sikap dan tingkah laku selama perjalanan serta menjaga alam,” jelasnya.

Walaupun lelah selama menempuh perjalanan yang berjarak 5,3 Km, namun hal itu langsung hilang dan terbayar setelah kita sampai di lokasi wisata. “Airnya yang jernih, segar dan bewarna kehijauan mampu menghilangkan letih selama perjalanan,” tutur mahasiswa UPI tersebut.

Lokasi wisata alam Air Terjun Nyarai merupakan lokasi wisata alam yang ada di Kabupaten Padang Pariaman. Lokasi wisata yang dibuka pada April 2013 ini merupakan lokasi wisata yang masih alami dan berada di tengah Hutan Gamaran, Jorong Gamaran, Korong Salibutan, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Kadar Oksigen yang masih bersih dan baik, membuat kita tidak terlalu lelah saat melakukan perjalanan sepanjang 5,3 km dari posko utama (keberangkatan) menuju Lembah Nyarai.

Bagi Anda peminat wisata alam bisa menemukan lokasi wisata ini dengan tracking. Medan yang menantang dan memacu adrenalin ini bisa Anda tempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Padang dengan kendaraan umum.

Air terjun Nyarai berasal dari kondisi air terjun itu sendiri. Nyarai memiliki atri air yang kecil embuih dan memisah sehingga masyarakat setempat memberi nama dengan sebutan Nyarai. Lokasi wisata ini berada di tengah Hutan Gamaran yang masih sangat alami. Untuk menuju lokasi ini, Anda bisa masuk lewat Simpang Balai Hilie, Pasa Lubuk Alung dengan jarak kurang lebih 8 hingga 9 Km. Setelah masuk ke simpang Balai Hilie, kemudian belok kanan dengan nama Simpang Singguling. Dari simpang Singguling, jalan terus sampai bertemu jembatan baru Koto Buruak. Setelah di jembatan, belok ke kiri dan jalan terus hingga nantinya menemukan gapura hijau dengan merek lokasi wisata Lubuak Nyarai. Setelah masuk gapura, kurang lebih 500 meter, Anda akan menemukan posko utama menuju ke lokasi wisata Nyarai.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

“Sebelum menuju lokasi Nyarai yang berjarak 5,3 Km dari posko utama, wisatawan diwajibkan melakukan registrasi dan mendaftar. Setelah mendaftar, maka akan dilakukan briefing yang didampingi oleh pemandu. Dalam hal ini, ada empat aturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung, yakni tidak boleh main di bawah area air terjun karena ada palung dan itu berbahaya. Dilarang mencoret batu. Dilarang berbuat maksiat, dan dilarang membuang sampah sembarangan,” kata pengelola Nyarai, Ritno Kurniawan.

Dalam melakukan perjalanan ke lokasi wisata, kesehatan dan kemampuan fisik menjadi faktor utama dalam menentukan perjalanan ini berhasil atau tidak nantinya. Medan jalan yang menantang dan memerlukan jalan kaki selama 2 hingga 3 jam cukup menaikkan adrenalin dan memicu semangat. Memasuki hutan, melewati jalan berliku, melewati sungai, melewati jembatan kayu, melewati pohon yang tumbang di jalan akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Anda.

Minuman menjadi hal utama yang harus Anda siapkan selama perjalanan jika tak mau kehausan selama perjalanan. Tempat makan yang tersedia sebanyak tiga buah titik selama perjalanan memang menyediakan berbagai jenis minuman dan makanan, namun jika banyak pengunjung terutama pas hari libur, Anda tidak akan membeli minuman di tiga titik itu karena sudah diborong oleh pengunjung lainnya.

Selama perjalanan ke lokasi Nyarai, Anda tidak merasa bosan karena banyak titik-titik tertentu yang akan Anda temui sebelum sampai di lokasi Nyarai, yang bisa dijadikan sebagai lokasi berfoto atau sekedar mengambil vidio pendek perjalanan. “Ada titik spot untuk berfoto dan menginfokan sedang dimana kita berada. Ada enam titik dengan pemberian nama sesuai dengan nama Lubuak yang diberi oleh warga setempat. “Ada Lubuak Galang, Lubuak Mungun, Lubuak Batu Tuduang, Lubuak Sikek Rimau, Lubuak Pasangkuan, dan Lubuak Kasai,” jelas Ritno.

Satu Km jelang sampai ke Lubuak Nyarai, Anda akan menyebrangi sungai. Jika debit air kecil, maka saat menyeberang, air hanya sampai lutut, namun jika debit air besar, maka pemandu akan mengarahkan peserta ke jembatan penyebrangan. 500 meter menjelang Lubuak Nyarai, Anda akan melewati sebuah kuburan pejuang PRRI. Kuburan itu merupakan kuburan panjang, yang terdiri dari dua orang pejuang. Satunya bernama Ibrahim dari Padang, dan satu lagi tidak diketahui namanya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Sesampainya di Nyarai, Anda akan disajikan pemandangan yang luar biasa keren dengan warna air jernih kehijauan. Di lokasi wisata Nyarai, Anda tidak hanya disuguhkan dengan pemandangan Nyarai yang indah, namun juga bisa menikmati dan melepaskan penat dengan mandi di Lubuak Nyarai. Jika Anda ingin menguji ketangkasan dalam menangkap ikan, Anda bisa menggunakan pistol tembak untuk menangkap ikan.

“Jenis ikan yang ada di Nyarai, yakni Ikan Gariang (Mashir). Ikan jenis ini juga banyak di daerah Kalimantan, dimana ikan ini juga mahal karena bewarna putih dan keemasan. Ikan Kulari dengan ciri-ciri memiliki komedo di hidung dan juga banyak tulang, namun akan lebih enak dimakan jika di goreng. Kemudian ada Ikan Mungkuih dan Ikan Panjang,” jelas Ritno.

Air terjun Nyarai memiliki tinggi kurang lebih 8 meter, jika musim panas seperti saat sekarang ini, guyuran airnya tidak terlalu deras. Air terjun ini memiliki kolam renang alami yang besar yang dibendung oleh dua batu besar sehingga membuat Anda bisa berenang sepuasnya.

Selain itu, bagi Anda yang ingin membawa bekal dari posko utama juga bisa. Pemandu tidak akan segan-segan membantu Anda dalam membawa barang bawaaan Anda, misalnya Anda ingin membakar ikan, maka akan bisa merasakan sensasi menyatu dengan alam sambil membakar ikan di pinggir aliran Nyarai.

Untuk paket wisata yang ditawarkan di lokasi ini, ada empat wisata unggulan, yakni Tracking dengan biaya Rp 10 ribu per orang, Camping Rp 40 ribu per orang, Bird Watching Rp 100 ribu per orang, dan menambak ikan Rp 50 ribu per orang. Untuk Tracking, satu kelompok minimal 5 s/d orang dengan 1 pemandu. “Jika fisiknya terlihat agak kurang bagus, maka pemandu akan diperbanyak dalam kelompok itu,” jelas Ritno.

Ia berharap lokasi wisata ini terus berkembang dan maju dengan tetap menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Ada kader yang bisa melanjutkan pengembangan lokasi wisata ini sehingga bermanfaat kepada masyarakat secara ekonomi dan sosial. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB